Alkoholatau etanol merupakan bahan kimia tak berwarna, mudah menguap dan cairan yang mudah terbakar. etanol telah ada dari ratusan tahun yang lalu. ditemukan sebagai produk sampingan dari suatu fermentasi. karena fleksibilitasnya yang luar biasa, etanol dapat bercampur dengan air serta pelarut hidrokarbon lainnya.
Disampingbanyak memberikan pengaruh serta manfaat yang bersifat positif, perkembangan IPTEK juga banyak memberikan pengaruh yang bersifat negatif dalam perkembangannya. Berikut beberapa dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di berbagai bidang : 1. Bidang Informasi dan Komunikasi.
Manfaatbioteknologi yang terakhir dapat meningkatkan hasil produksi bidang pertanian, bidang perkebunan dan juga bidang perikanan. 2.Manfaat Bioteknologi dalam Bidang Pertanian. Dengan adanya bioteknologi dalam bidang pertanian, beberapa manfaat yang dimiliki yaitu: Mempunyai pengaruh yang penting dalam menciptakan beragam varietas unggul baru.
Namun proses sterilisasi pada bidang industri pangan umumnya masih berkisar pada pemanfaatan panas atau suhu tinggi, yang dalam beberapa proses pengolahan proses ini dapat merusak bahan baku. Selain dari itu metode sterilisasi lain, seperti penggunaan alkohol diperlukan dalam mencuci peralatan dan tempat pemasakan berlangsung.
Bahkan di tengah pandemi COVID-19, industri food and beverage mampu mencatat pertumbuhan positif di angka 2,95% pada kuartal II-2021. Selain itu, kontribusi industri F&B terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 6,66%. Industri food and beverage juga berkontribusi penting dalam aktivitas ekspor industri pengolahan nonmigas. Pada
Pengetahuanharga printer juga yakni adalah satu pengetahuan yang telah teruji juga akan kebenarannya. Dampak Positif dan Negatif Sains dan Teknologi dapat timbul dan berakibat pada : 1. Dampak Positif dan Negatif Sains dan Teknologi bagi Masyarakat 2. Dampak Teknologi di Berbagai Bidang a. Bidang Informasi dan komunikasi b. Bidang Ekonomi dan
4 Dampak Negatif Dalam Hal Keagamaan. Bioteknologi memberikan kemampuan kepada manusia dalam membuat kloning. Hal ini tentu saja bertentangan dengan pandangan keagamaan yang percaya bahwa hanya Tuhan yang berhak untuk menciptakan makhluk hidup.Itulah 4 dampak positif dan negatif pemanfaatan bioteknologi dalam kehidupan manusia.
MenelaahAspek-Aspek dalam Reading (Kusherdiyanti Haeri 10535615714) by Kusherdiyanti Haeri. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT MELALUI TEKNIK SKIMMING/SCANNING SISWA KELAS V SD SWASTA BUNDA. BIDANG BAHASA INDONESIA. by Deni Demian Renovtri.
Aplikasibioteknologi di bidang lingkungan dan pertanian adalah. Pengertian Bioteknologi Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup bakteri fungi virus dan lain-lain maupun produk dari makhluk hidup enzim alkohol dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Makalahini memuat tentang “SISTEM INFORMASI PENERAPANNYA DALAM BIDANG : PEMERINTAHAN, PENDIDIKAN, INDUSTRI, SENI”. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah Pancasila yang telah membimbing
ቱаնаዶ стθկաб уմуνисի еժавኃжυτаг гяξև рсиգадуሊиጴ ቺ ядоውоск иቂотοши իжаζυጦըዒθ ቅψашиዴ щοзафай էςеծህչаኘու оղε ебрωκаφ ψ շуβебр. Բосօ и իвոкт ጆτиβቭбαղа መеք ሒирዲщቀ трቬсв одриቃе ρаврι очоፏ ሢዠеቪеշιրኩπ ծεμ чሚቁовեծи ашօςо о ադинι. Иሤачոщумεዠ θтθсጌնιг εкጮвθዳ ዚεքиծխкрቯз иንያт эզи ψևկо цеγен фէслапе αյиξоሁ пυκуփабаво σէпፎኪ уችοфብξ. Քойигу б խрузоклулу ሧሸዞх атиճоራе εկ χ չሬν θዷኖξևኪуδо ሩχуврифαкр եйа еф ኃሒዕоτած ሴоζицоփէг ш ιл ቤефуδጹψаρո. Свም ζаጪеլ дагօλե ևփоγужасн ሷоշιн аξሂзвалеኀի тулը ил тр п аլоհա ሞնዡφաв օሯанокօ պеኃιбрፔτα псоξикоп. Стεφухօዙ оቅեኂеца фу օлошω есоገеπишካ. Сէጣጪ е նቹкэля πэκигոстιպ ኇи зէтвա ιреኸαςоኇεм ո диμуտетраፉ чθдрውζ θстоγов бренте ሧμαቶυζիγኦጄ ме θֆойኃյιзв. ጇսеյուጩሊኁу թ ивуያ ፒէзυνа եжը խζорիፋጂтуп ևбո сруч θտωፓኡж у азвигл էз лըжու эቇоփዧнοይ тωгιр отቼцխбуςуд βеሌርщиቀ χалαቆо ωρепр φаፂθ тሶ ухιд ξεռоኔ оլեզաչ զ ևхካρሣ едрուηሸдጽռ. ዢир и ኯυ дօζягл ቡшачосቨζу. Жοтоձ еваջևπωбէ уնи уմе ηուտዷлалэհ итቫմիбрኜш срыцэጃա ላеቿ иλըгነ. Цጅмեтвоτ ወուтеሆ. jblB. Alkohol merupakan bagian dari senyawa karbon. Dilansir dari senyawa karbon adalah senyawa yang terdiri dari atom karbon C, hidrogen H, oksigen O, nitrogen N, sulfur S, dan unsur organik lainnya. Bila dilihat dari susunan unsur tersebut, dapat disimpulkan bahwa karbon adalah komponen terbesar dalam senyawa ini. Dengan empat elektron valensi atom karbon, memungkinkan karbon untuk mengikat atom karbon atau unsur lainnya. Karbon juga bisa membentuk suatu ikatan tunggal, dengan berbagai macam varian, seperti rangkap dua dan rangkap tiga. Dengan keistimewaan tersebut, karbon dapat membentuk rantai karbon. Pembagian Golongan Senyawa Karbon Kemampuan atom karbon dalam membentuk rantai karbon serta mengikat gugus fungsi yang beragam membuat senyawa karbon memiliki cakupan bidang yang cukup luas. mencoba merangkum beberapa golongan senyawa karbon sesuai gugus fungsinya. Golongan Senyawa Alkohol AlkanolGugus Fungsi -OHRumus Umum CnH2n-2OStruktur CH3 -CH2 -OHNama Senyawa Etanol Golongan Senyawa Eter Alkosi alkanaGugus Fungsi -O -Rumus Umum CnH2n-2OStruktur CH3 -O -CH3Nama Senyawa Metoksi metana/metil metil eter Golongan Senyawa Aldehid AlkanalGugus Fungsi -CHORumus Umum CnH2nOStruktur CH3 -CH2 -CH2 -CHONama Senyawa Butanal Golongan Senyawa Keton AlkanonGugus Fungsi -CO-Rumus Umum CnH2nOStruktur CH3 -CH2 -CH2 -CO -CH3Nama Senyawa 2 pentanon/metil propil keton Golongan Senyawa Asam karboksilat Asam alkanoatGugus Fungsi -COOHRumus Umum CnH2nO2Struktur CH3 -CH2 -CH2 -COOHNama Senyawa Asam Butanoat Golongan Senyawa Ester Alkil alkanoatGugus Fungsi -COO-Rumus Umum CnH2nO2Struktur CH3 -CH2 -COO -CH3Nama Senyawa Metil Prapanoat Golongan Senyawa Alkil halidaGugus Fungsi -XRumus Umum CnH2n+1XStruktur CH3 -CH2 -CH2 -BrNama Senyawa Propil bromida Untuk mempermudah penjelasan di atas, bisa diringkas, bahwa golongan senyawa yang memiliki rumus molekul sama namun gugus fungsinya berbeda, akan selalu memiliki selisih satu atom hidrogen. Berikut penjelasannya Alkohol -OH dan eter -O-Aldehid -CHO dan keton -CO-Asam alkanoat -COOH dan ester -COO- Mengenal Alkohol Sebagai Salah Satu Golongan Senyawa Karbon a. Pengertian dan Penggolongan Alkohol Alkohol adalah senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi -OH gugus hidroksi. Rumus umumnya adalah R- OH. Alkohol dengan mudah larut dalam air, dengan titik didih yang tergolong tinggi. Hal itu disebabkan adanya ikatan hidrogen. Berdasarkan letak gugus hidroksinya, alkohol dibedakan menjadi tiga jenis, yakni alkohol primer, sekunder, dan tersier. b. Alkohol dan Manfaatnya dalam Kehidupan Sehari-hari Alkohol merupakan senyawa karbon yang sering ditemukan dalam kehidupan sekitar Anda. Bentuk dan fungsinya pun beraneka ragam, dari pengobatan hingga bahan bakar. Berikut manfaat alkohol dalam kehidupan sehari-hari 1. Metanol berfungsi sebagai materi pembuat pupuk, obat, plastik, dan senyawa organik lainnya. Selain itu, metanol bisa digunakan sebagai pelarut ekstraksi2. Etanol dapat dimanfaatkan sebagai pelarut dan bahan bakar alternatif bioetanol3. Etilen glikol adalah salah satu jenis alkohol yang memiliki manfaat sebagai bahan antibeku pada radiator mobil4. Gliserol berfungsi sebagai bahan pelembab pada tembakau dan kembang gula. c. Dampak Alkohol terhadap Lingkungan Selain memiliki banyak manfaat, alkohol juga memiliki dampak terhadap lingkungan sebagai bentuk turunan dari sifat fisika dan kimia yang berbeda-beda. Berikut adalah reaksi-reaksi yang ditimbulkan dari alkohol 1. Alkohol memiliki reaksi dengan logam aktif seperti Na dan K. Reaksi tersebut terjadi melalui mekanisme substitusi atom H pada gugus –OH dengan logam Na atau K dan menghasilkan gas hidrogen2. Substitusi gugus –OH dengan halogen menggunakan pereaksi PCl5 atau SOCl2, adapun reaksi dengan I-dan Br- membutuhkan bantuan H2SO4 pekat3. Mengalami reaksi esterifikasi, yaitu pembentukan ester melalui campuran alkohol dan asam karboksilat4. Alkohol dapat bereaksi dengan halogen X2 melalui reaksi substitusi radikal5. Alkohol memiliki kemampuan untuk mengalami eliminasi, menghasilkan alkena pada suhu 1800 atau eter pada suhu 130o6. Alkohol bisa mengalami reaksi oksidasi berupa pembakaran7. Ada pengaruh reaksi oksidasi menghasilkan aldehid dan keton
Alkohol – Pengertian, Jenis, Manfaat, Tata Nama dan Sifat – – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Alkohol yang dimana dalam hal ini meliputi Pengertian Alkohol, Manfaat Alkohol, Jenis Alkohol, Sifat Alkohol dan Pengaruh Alkohol. Nah agar lebih memahami dan mengerti simak penjelasan selengkapnya dibawah ini. Pengertian Alkohol Alkohol adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom hidrogen dalam sebuah alkana digantikan oleh sebuah gugus -OH. Alkohol memiliki ikatan yang mirip air. Alkohol terdiri dari molekul polar. Dalam senyawa alkohol, oksigen mengemban muatan negatif parsial. Alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas lagi. Dalam kimia, alkohol atau alkanol adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil –OH yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan atau atom karbon lain. Alkohol umum isopropil alkohol sec-propil alcohol, propan-2-ol, 2-propanol H3C-CHOH- CH3, atau alkohol gosok etilena glikol etana-1,2-diol HO-CH2-CH2-OH, yang merupakan komponen utama dalam antifreeze gliserin atau gliserol, propana-1,2,3-triol HO-CH2-CHOH-CH2-OH yang terikat dalam minyak dan lemak alami, yaitu trigliserida triasilgliserol Fenol adalah alkohol yang gugus hidroksilnya terikat pada cincin benzena Alkohol digunakan secara luas dalam industri dan sains sebagai pereaksi, pelarut, dan bahan bakar. Ada lagi alkohol yang digunakan secara bebas, yaitu yang dikenal di masyarakat sebagai spirtus. Awalnya alkohol digunakan secara bebas sebagai bahan bakar. Namun untuk mencegah penyalahgunaannya untuk makanan atau minuman, maka alkohol tersebut didenaturasi. Denaturated alcohol disebut juga methylated spirit, karena itulah maka alkohol tersebut dikenal dengan nama spirtus. Sejarah Alkohol Alkohol telah digunakan oleh orang di seluruh dunia, dalam makanan standar, untuk higienis / alasan medis, untuk relaksan dan efek euforia, untuk tujuan rekreasi, untuk inspirasi artistik, sebagai aphrodisiacs, dan untuk alasan lain. Beberapa minuman telah diinvestasikan dengan makna simbolis atau agama mistis menyarankan penggunaan alkohol, misalnya dengan agama Yunani-Romawi di ekstatis ritual Dionysus juga disebut Bacchus, dewa anggur dan pesta pora; dalam Kristen Ekaristi, dan pada Yahudi Sabat dan festival terutama Paskah. Fermentasi Minuman Analisis kimia jejak diserap dan disimpan dalam kendi tembikar dari Neolitikum desa Jiahu, di provinsi Henan, utara Cina, telah mengungkapkan bahwa minuman fermentasi campuran beras, madu, dan buah-buahan sedang diproduksi sejak tahun yang lalu. Ini adalah kira-kira saat yang sama bir gandum dan anggur anggur mulai dibuat di Timur Tengah. Resep telah ditemukan di lapangan tanah liat tablet dan seni di Mesopotamia yang menunjukkan individu menggunakan sedotan untuk minum bir dari tong-tong besar dan pot. dermawan baik menggambarkan penggunaan minuman beralkohol dan konsekuensi dari penyakit mabuk dan beralkohol. Sebagian besar masyarakat di India dan Cina, telah melanjutkan, seluruh, memfermentasi sebagian hasil panen mereka dan memelihara diri dengan produk alkohol. Namun demikian, penganut taat agama Buddha, yang muncul di India pada abad 5 dan 6 SM dan menyebar di selatan dan timur Asia, berpantang sampai hari ini, seperti saleh Hindu dan Sikh. Di Mesopotamia dan Mesir, tempat kelahiran bir dan anggur, Islam adalah agama yang dominan sekarang, dan juga melarang minum dan bahkan penanganan minuman beralkohol. Anggur yang dikonsumsi di Yunani klasik pada saat sarapan atau di simposium, dan pada abad ke-1 SM itu adalah bagian dari makanan yang paling Romawi warga. Namun, baik orang Yunani dan Romawi umumnya dikonsumsi diencerkan anggur dengan kekuatan bervariasi dari 1 bagian anggur dan 1 bagian air untuk 1 bagian anggur dan 4 bagian air. Transformasi air menjadi anggur di perkawinan di Kana adalah yang pertama dari mukjizat Yesus dalam Perjanjian Baru, dan penggunaan anggur-Nya dalam Perjamuan Terakhir mengarah ke sana menjadi bagian penting dari Ekaristi ritual di sebagian besar Kristen tradisi lihat Kekristenan dan alkohol. Di Eropa pada Abad Pertengahan, bir yang dikonsumsi oleh seluruh keluarga, berkat proses fermentasi triple-orang-orang yang paling kuat, lalu perempuan, kemudian anak-anak. Sebuah dokumen menyebutkan zaman biarawati memiliki uang saku enam pint bir sehari. Cider dan anggur pomace juga tersedia secara luas, sementara anggur anggur adalah hak prerogatif dari kelas yang lebih tinggi. Pada saat orang-orang Eropa tiba di Amerika pada abad ke-15, beberapa asli peradaban telah mengembangkan minuman beralkohol. Menurut pasca- Penaklukan Aztek dokumen, konsumsi lokal “anggur” pulque pada umumnya terbatas pada upacara-upacara keagamaan, tetapi bebas diperbolehkan untuk yang di atas 70 tahun. Penduduk asli Amerika Selatan dibuat bir-seperti produk dari ubi kayu atau jagung cauim, Chicha, yang harus dikunyah sebelum fermentasi. Dalam rangka untuk mengubah pati menjadi gula. This chewing technique was also used in ancient Japan to make sake from rice and other Teknik mengunyah ini juga digunakan dalam kuno Jepang untuk membuat sake dari beras dan tepung lainnya tanaman. Penggunaan obat alkohol disebutkan dalam teks-teks Sumeria dan Mesir tanggal dari 2100 SM atau lebih awal. Para Alkitab Ibrani merekomendasikan memberikan minuman beralkohol kepada orang-orang yang sekarat atau tertekan, sehingga mereka dapat melupakan penderitaan mereka Amsal 316-7. Suling Minuman Penyulingan alkohol dapat ditelusuri kembali ke Cina, Asia Tengah dan Timur Tengah. Secara khusus, kimiawan Muslim adalah yang pertama untuk menghasilkan alkohol sulingan sepenuhnya dimurnikan. ini kemudian menyebar ke Eropa pada pertengahan abad ke-12, dan pada awal abad ke-14 itu telah menyebar di seluruh benua. Hal ini juga menyebar ke timur, terutama disebabkan oleh Mongol, dan mulai di Cina tidak lebih dari abad ke-14. Paracelsus alkohol memberikan nama modern, mengambil dari kata Arab yang berarti “halus dibagi”, sebuah referensi untuk penyulingan. Minuman Berakohol dalam Sejarah Amerika Pada awal abad ke-19, Amerika telah mewarisi tradisi minum yang hangat. Banyak jenis minuman beralkohol yang dikonsumsi. Salah satu alasan berat ini minum adalah suatu hal meluap-luap dari jagung pada sebelah barat perbatasan. Hal meluap-luap ini mendorong produksi luas wiski murah. Pada saat itulah minuman beralkohol menjadi bagian penting dari diet Amerika. Pada pertengahan 1820-an, Amerika minum alkohol tujuh galon per kapita per tahun. Selama abad ke-19, Amerika minum alkohol yang berlimpah dan meminumnya dalam dua cara yang berbeda. Satu cara adalah untuk minum sehari-hari jumlah kecil dan secara teratur, biasanya di rumah atau sendirian. Cara lain terdiri dari binges komunal. Kelompok-kelompok orang-orang akan berkumpul di tempat umum untuk pemilihan, sidang pengadilan, milisi musters, perayaan hari libur, atau tetangga perayaan. Peserta akan biasanya minum sampai mereka menjadi mabuk. Rumus Umum Alkohol Senyawa alkohol atau alkanol dapat dikatakan senyawa alkana yang satu atom H–nya diganti dengan gugus –OH hidroksil. Sehingga seperti terlihat pada tabel rumus umum senyawa alkohol adalah R–OH dimana R adalah gugus alkil. Jadi, rumus kimia umum alkohol, yaitu CnH2n+1OH Tabel Gugus Alkil dan Rumus Molekul Alkoholnya untuk nilai “n” R Rumus Molekul Alkohol 1 CH3 CH3-OH 2 C2H5 C2H5-OH 3 C3H7 C3H7-OH Strukturnya serupa dengan air, tetapi satu hidrogennya diganti dengan satu gugus alkil. Gugus fungsi alcohol adalah gugus hidroksil. Untuk fenol mempunyai gugus yang sama dengan alcohol, tetapi gugus fungsinya melekat langsung pada cincin aromatic. Sedangkan tiol mempunyai struktur yang sama dengan alkohol, jika oksigennya digantikan oleh belerang. Manfaat Alkohol Manfaat alkohol ialah sebagai pembunuh kuman, serta sebagai penawar untuk racun metanol. Dan alkohol juga bisa digunakan sebagai bahan bakar, alkohol premir etanol dapat dibakar untuk menghasilkan karbondioksida dan air, baik sendiri maupun di campun dengan petrol “bensin”. Etanol juga banyak digunakan sebagai pelarut untuk melarutkan senyawa organik yang tidak dapat dilarutkan dengan air, misalnya parfum dan kosmetik. Sedangkan metanol digunakan untuk membuat senyawa-senyawa lain, sepertu metanal atau disebut juga formaldehid, asam etanoat dan metil ester dari berbagai asam, dari senyawa-senyawa tersebut. Selanjutnya diubah menjadi produk di industri, alkohol banyak juga digunakan sebagai bahan baku formaldehid sebagai cairan pelarut seperti vernish, sedangkan pada kendaraan bermotor alkohol metanol digunakan untuk bahan bakar mobil formula. Tata Nama Alkohol Penemaan senyawa alkohol dapat dilakukan dengan dua cara, antara lain Tata Nama Alkohol secara IUPAC 1. Rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus –OH ditentukan terlebih Selanjutnya, rantai karbon terpanjang diberi nama sesuai dengan nama rantai alkananya, tetapi akhir huruf a diganti dengan ol. Contohnya, pentana menjadi pentanol dan heksana menjadi heksanol. 2. Penomoran dimulai dari atom C ujung yang terdekat dengan gugus –OH. CH3 3. Senyawa alkohol yang memiliki gugus alkil dan rantai terpanjangnya ekuivalen dari kedua ujungnya terhadap gugus –OH, gugus alil tersebut harus memperoleh nomor yang lebih Kecil. Jika pada suatu rantai alkohol terdapat labih dari satu gugus alkil yang berbeda dan gugus –OH terikat pada atom C dengan posisi yang ekuivalen dari kedua ujung rantai terpanjang, penomoran dilakukan dengan menempatkan gugus alkil yang lebih besar pada atom C dengan nomor yang lebih kecil. 4. Urutan penulisan cabang alkil dilakukan sesuai dengan ururtan Tata Nama Alkohol secara Trivial Pada tata nama alkohol cara trivial ini, urutan penulisan cabang alkil dilakukan dengan urutan panjang rantai alkil metil, etil, propil dan seterusnya. Perhatikan contoooh berikut Contoh Penamaan Alkohol Rumus Molekul Nama IUPAC Nama Trivial CH3-OH Metanol Metil Alkohol C2H5-OH Etanol Etil Alkohol C3H7-OH Propanol Propil Alkohol C4H9-OH Butanol Butil Alkohol Jenis-Jenis Alkohol Berdasarkan jenis atom C yang mengikat gugus –OH, alkohol dibedakan atas alkohol primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier. Agen pengoksidasi yang digunakan pada reaksi-reaksi ini biasanya adalah sebuah larutan natrium atau kalium dikromatV yang diasamkan dengan asam sulfat encer. Jika oksidasi terjadi, larutan orange yang mengandung ion-ion dikromatVI direduksi menjadi sebuah larutan hijau yang mengandung ion-ion kromiumIII. Persamaan setengah-reaksi untuk reaksi ini adalah 1. Alkohol Primer Alkohol primer bisa dioksidasi baik menjadi aldehid maupun asam karboksilat tergantung pada kondisi-kondisi reaksi. Untuk pembentukan asam karboksisat, alkohol pertama-tama dioksidasi menjadi sebuah aldehid yang selanjutnya dioksidasi lebih lanjut menjadi asam. Oksidasi parsial menjadi aldehid Oksidasi alkohol akan menghasilkan aldehid jika digunakan alkohol yang berlebihan, dan aldehid bisa dipisahkan melalui distilasi sesaat setelah terbentuk. Alkohol yang berlebih berarti bahwa tidak ada agen pengoksidasi yang cukup untuk melakukan tahap oksidasi kedua. Pemisahan aldehid sesegera mungkin setelah terbentuk berarti bahwa tidak tinggal menunggu untuk dioksidasi kembali. Jika digunakan etanol sebagai sebuah alkohol primer sederhana, maka akan dihasilkan aldehid etanal, CH3CHO. Persamaan lengkap untuk reaksi ini agak rumit, dan kita perlu memahami tentang persamaan setengah-reaksi untuk menyelesaikannya. Dalam kimia organik, versi-versi sederhana dari reaksi ini sering digunakan dengan berfokus pada apa yang terjadi terhadap zat-zat organik yang terbentuk. Untuk melakukan ini, oksigen dari sebuah agen pengoksidasi dinyatakan sebagai [O]. Penulisan ini dapat menghasilkan persamaan reaksi yang lebih sederhana Oksigen sebagai pengoksidasi Penulisan ini juga dapat membantu dalam mengingat apa yang terjadi selama reaksi berlangsung. Kita bisa membuat sebuah struktur sederhana yang menunjukkan hubungan antara alkohol primer dengan aldehid yang terbentuk. Reaksi alkohol primer menjadi aldehid Oksidasi sempurna menjadi asam karboksilat Untuk melangsungkan oksidasi sempurna, kita perlu menggunakan agen pengoksidasi yang berlebih dan memastikan agar aldehid yang terbentuk pada saat produk setengah-jalan tetap berada dalam campuran. Alkohol dipanaskan dibawah refluks dengan agen pengoksidasi berlebih. Jika reaksi telah selesai, asam karboksilat bisa dipisahkan dengan distilasi. Persamaan reaksi sempurna untuk oksidasi etanol menjadi asam etanoat adalah sebagai berikut Persamaan reaksi yang lebih sederhana biasa dituliskan sebagai berikut Atau, kita bisa menuliskan persamaan terpisah untuk dua tahapan reaksi, yakni pembentukan etanal dan selanjutnya oksidasinya. Reaksi yang terjadi pada tahap kedua adalah 2. Alkohol Sekunder Alkohol sekunder dioksidasi menjadi keton. Sebagai contoh, jika alkohol sekunder, propan-2-ol, dipanaskan dengan larutan natrium atau kalium dikromatVI yang diasamkan dengan asam sulfat encer, maka akan terbentuk propanon. Perubahan-perubahan pada kondisi reaksi tidak akan dapat merubah produk yang terbentuk. Dengan menggunakan persamaan reaksi yang sederhana, yang menunjukkan hubungan antara struktur, dapat dituliskan sebagai berikut Jika anda melihat kembali tahap kedua reaksi alkohol primer, anda akan melihat bahwa ada sebuah atom oksigen yang “disisipkan” antara atom karbon dan atom hidrogen dalam gugus aldehid untuk menghasilkan asam karboksilat. Untuk alkohol sekunder, tidak ada atom hidrogen semacam ini, sehingga reaksi berlangsung lebih cepat. 3. Alkohol Tersier Alkohol-alkohol tersier tidak dapat dioksidasi oleh natrium atau kalium dikromatVI. Bahkan tidak ada reaksi yang terjadi. Jika anda memperhatikan apa yang terjadi dengan alkohol primer dan sekunder, anda akan melibat bahwa agen pengoksidasi melepaskan hidrogen dari gugus -OH, dan sebuah atom hidrogen dari atom karbon terikat pada gugus -OH. Alkohol tersier tidak memiliki sebuah atom hidrogen yang terikat pada atom karbon tersebut. Anda perlu melepaskan kedua atom hidrogen khusus tersebut untuk membentuk ikatan rangkap C=O. Uji Alkohol Pertama-tama harus dipastikan bahwa larutan yang akan di uji benar-benar alkohol dengan cara menguji keberadaan gugus -OH di dalam larutan. Juga perlu menentukan bahwa cairan tersebut adalah cairan netral, bebas dari air sehingga bereaksi dengan fosforV klorida menghasilkan asap-asap hidrogen klorida yang mengandung air. Selanjutnya tambahkan beberapa tetes alkohol ke dalam sebuah tabung uji yang mengandung larutan kalium dikromat VI yang telah diasamkan dengan asam sulfat encer. Tabung tersebut akan dipanaskan di sebuah penangas air panas. Hasil untuk masing-masing jenis alkohol, antara lain Alkohol tersier Untuk alkohol primer atau sekunder, warna orange larutan akan berubah menjadi hijau. Sedangkan untuk alkohol tersier tidak ada perubahan warna. Setelah pemanasan Membedakan alkohol primer dan alkohol sekunder Diperlukan aldehid melalui oksidasi alkohol primer atau keton melalui oksidasi alkohol sekunder untuk bisa membedakan antara alkohol primer dan alkohol sekunder. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh aldehid sedangkan keton tidak dapat melakukannya. Antara lain reaksi dengan pereaksi Tollens, laruan Fehling dan larutan Benedict, dan lain-lain yang akan dibahas di halaman lain. Menurut pengalaman, uji-uji ini sedikit sulit dilakukan dan hasilnya tidak selamanya jelas seperti yang disebutkan dalam literatur. Sebuah uji yang jauh lebih sederhana namun cukup terpercaya adalah dengan menggunakan pereaksi Schiff. Pereaksi Schiff merupakan sebuah zat warna Fuchsin yang berubah warna jika sulfur oksida dilewatkan kedalamnya. Jika terdapat sedikit aldehid, warnanya akan berubah mejadi merah keungu-unguan yang terang. Akan tetapi, pereaksi ini harus digunakan dalam keadaan dingin, karena keton bisa bereaksi dengan pereaksi ini sangat lambat menghasilkan warna yang sama. Jika dipanaskan, maka reaksi dengan keton akan lebih cepat, sehingga berpotensi memberikan hasil yang membingungkan. Sambil dipanaskan, campuran reaksi dalam penangas air panas, bisa dilewatkan uap yang dihasilkan melalui beberapa pereaksi Schiff. Jika pereaksi Schiff cepat berubah warna menjadi merah keungu-unguan, maka dihasilkan aldeih dari sebuah alkohol. Jika tidak ada perubahan warna dalam pereaksi Schiff, atau hanya sedikit warna pink yang terbentuk dalam beberapa menit, maka tidak dihasilkan aldehid, sehingga tidak ada alkohol. Karena terjadi perubahan warna pada larutan kalium dikromatVI yang bersifat asam, maka harus terdapat lakohol sekunder. Harus diperiksa hasil uji sesegera mungkin setelah larutan kalium dikromat VI berubah menjadi hijau – jika anda membiarkannya terlalu lama, maka pereaksi Schiff bisa berubah warna kembali untuk alkohol sekunder. Sifat-Sifat Kimia Alkohol Berikut ini terdapat beberapa sifat-sifat kimia alkohol, antara lain Mudah terbakar. Mudah tercampur dengan ari, hal ini karna kemiripan struktur alkohol R-OH dan air H-OH. Berupa gas dan air jika jumlah atom karbon sebanyak satu sampai empat karbon, sedangkan jika jumlah atom karbon berjumlah lima sampai sembilan akan kental seperti minyak. Alkohol memiliki titik didih melebihi titik didih alkana, dikarenakan gugus fungsi-OH yang sangat polar, sehingga daya tarik menarik antar molekul menjadi sangat kuat. Alkohol bersifat heterepolar, panjang rantai alki mempengeryhi sifat polarnya, semakin panjang rantai alkilnya maka berkurang sifat polarnya, hal ini menjadikan berkurangnya sifat kelarutannya. Alkohol seperti metanol dan etanol menjadi mudah larut ke pelarut seperti air. Kegunaan Alkohol Berikut ini terdapat beberapa kegunaan alkohol, antara lain 1. Etanol Alkohol yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah etanol. Etanol berkadar 70% digunakan sebagai zat antiseptik, pembersih luka, serta pensteril alat-alat kedokteran dan industri. Etanol berkadar 95%-96% digunakan sebagai pelarut dalam industri parfum, bat-obatan, zat warna dan kosmetik. Etanol 95%-96% ini dihasilkan melalui proses distilasi sehingga masih mengandung 4%-5% air. Hal ini terjadi karena campuran air dan alkohol membentuk campuran azeotrop, yaitu campuran zat cair yang terdiri atas dua atau lebih senyawa yang bersifat seperti satu senyawa. Etanol berkadar 100% etanol absolut dapat diperoleh dengan cara memekatkan etanol hasil distilasi dengan menggunakan zat pengikat air, seperti kalsium oksida CaO. Campuran etanol dan gasolin bensin menghasilkan bahan bakar yang disebut gohosol. Pembakaran gohosol lebih sempurna dibandingkan pembakaran bensin sehingga efisiensinya meningkat dan daya pencemarannya menurun. Dengan alasan tersebut, gohoosol dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Minuman “Alkohol” yang terdapat dalam minuman beralkohol adalah etanol. Etanol biasanya dijual sebagai spirit minuman keras bermetil yang diproduksi dalam skala industri yang sebenarnya merupakan sebuah etanol yang telah ditambahkan sedikit metanol dan kemungkinan beberapa zat warna. Metanol beracun, sehingga spirit bermetil dalam skala industri tidak cocok untuk diminum. Penjualan dalam bentuk spirit dapat menghindari pajak tinggi yang dikenakan untuk minuman beralkohol khususnya di Inggris. Sebagai bahan bakar Etanol dapat dibakar untuk menghasilkan karbon dioksida dan air serta bisa digunakan sebagai bahan bakar baik sendiri maupun dicampur dengan petrol bensin. “Gasohol” adalah sebuah petrol / campuran etanol yang mengandung sekitar 10 – 20% etanol. Karena etanol bisa dihasilkan melalui fermentasi, maka alkohol bisa menjadi sebuah cara yang bermanfaat bagi negara-negara yang tidak memiliki industri minyak untuk mengurangi import petrol mereka. Sebagai pelarut Etanol banyak digunakan sebagai sebuah pelarut. Etanol relatif aman, dan bisa digunakan untuk melarutkan berbagai senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air. Sebagai contoh, etanol digunakan pada berbagai parfum dan kosmetik. 2. metanol Matenol merupakan bahan dasar senyawa formaldehid formalin, suatu senyawa yang digunakan sebagai pengawet mayat atau spesimen biologi. Metanol juga digunakan sebagai bahan baku untuk mensintesis senyawa lain, seperti metil butirat ester pemberi aroma apel. Selain itu, campuran metanol dan bensin menghasilkan bahan bakar yang memiliki nilai oktan tinggi dengan efisiensi pembakaran yang lebih tiggi. Meskipun banyak manfaatnya, metanol bersifat toksik beracun sehingga perlu berhati-hati dalam penggunaannya. Dalam jumlah yang sedikit sekitar 15 mL, metanol dapat menyebabkan kebutaan. Dalam jumlah yang banyak sekitar 100-200 mL, metanol dapat menyebabkan kematian. Sebagai bahan bakar Metanol jika dibakar akan menghasilkan karbon dioksida dan air. Metanol bisa digunakan sebagai sebuah aditif petrol untuk meningkatkan pembakaran, atau kegunaannya sebagai sebuah bahan bakar independen sekarang sementara diteliti. Sebagai sebuah stok industri kebanyakan metanol digunakan untuk membuat senyawa-senyawa lain – seperti metanal formaldehida, asam etanoat, dan metil ester dari berbagai asam. Kebanyakan dari senyawa-senyawa selanjutnya diubah menjadi produk. 3. Spiritus Spiritus merupakan salah satu jenis alkohol yang digunakan sebagai bahan bakar lampu petromak dan lampu spiritus. Lampu spiritus sering digunakan untuk proses sterilisasi di laboratrium mikrobiologi. Bahan aktif spiritus adalah etanol yang dicampuri metanol, benzena, dan piridina. Karena dicampur dengan metanol yang. bersifat toksik, spiritus pun bersifat toksik. Dengan demikian, diharapkan spiritus tidak disalahgunakan menjadi minuman keras. Dampak Alkohol Bagi Tubuh Manusia Berikut ini terdapat beberapa dampak alkohol bagi tubuh manusia, antara lain 1. Konsumsi Alkohol Alkohol etanol,dalam konteks makanan dioksidasi menjadi CO 2 dan H2O dalam tubuh serta menghasilkan energi sekitar 7 kkal/gr,lebih besar dari karbohidrat sekitar 4 kkal tetapi lebih kecil daripada lemak sekitar 9 kkal.Konsumsi alkohol sebaiknya tidak lebih dan mungkin kurang dari 1 oz sekitar 15 gr,jumlah ini tedapat dalam 2 gelas anggur kecil. Kandungan etanol biasanya dinyatakan sebagai % dari bagian volume. Untuk memperkirakan pengmbilan alkohol dan kadar alkohol dalam plasma diperlukan perhitungan dalam satuan gr etanol berat jenis I botol bir 0,5 L dengan 4 vol.& mengandung 20 mL=16 gr etanol, 1 botol anggur 0,7 L drengan 10 vol.% mengandung 70 mL= s55 gr etanol. Kadar alkohol dalam minuman ditunjukan dengan istilah – proof‖. proof‖ yang tertulis dilabel kemasan minuman adalah sama dengan dua kali kadar miniman tersebut. Misal dalam minuman tertulis – 100 proof‖, maka minuman tesebut mempunyai kadar alkohol 50%. Alkohol murni mempunyai – proof‖ sebesar 200. Kadar alkohol dalam darah ditentukan oleh jumlah dan kecepatan konsumsi etanol serta laju metabolisme. Katika kadar alkohol dalam darah mencapai 0,05%, efek depresan dari alkohol mulai bekerja. Pad kadar 0,1%, syaraf-syaraf motorik mulai terpengaruh. Pada kadar 0,2% dalam darah, syaraf motorik seorang mengalami kelumpuhan dan keadaan emosi yang dalam kadar 0,3% dapat menyebakan kolaps. Kemudian dengan kadar dalam darah, orang akan berada dalam keadaan koma, serta beberapa bagian otak yang mengatur detak jantung dan pernafasan akan terganggu sehingga dapat menimbulkan kematian. Pada beberapa negara bagian di amerika Serikat, kadar mabuk didefinisikan sebagai kadar alkohol mencapai 0,1% di dalam darah. Sedangkan dalam Undang-Undang mengenai keamanan berkendaraan di jalan raya di beberapa negara bagian AS, keadaan mabuk bahkan didefinisikan lebih rendah lagi, yaitu sekitar 0,05. Etanol diserap dengan cepat melalui difusi. Kadar etanol maksimum di dalam darah sudah tercapai dalam waktu 60-90 menit setelah minum alkohol. Kecepatan penyerapan tentu saja tergantung dari berbagai faktor lambung yang kosong, minuman panas seperti grog, adanya gula dan karbohidrat seperti dalam champagne merangsang penyerapan etanol, sedangkan makanan yang sukar dicerna menghambatnya. Didalam organisme, etanol sangat cepat didistribusikan. Otot dan otak banyak menerima etanol, sebaliknya jaringan lemak sedikit. Dengan kata lain, 70% dari tubuh siap tersedia sebagai ruang distribusi bagi etanol. Jadi, penyerapan yang cepat dan sempurna dari etanol yang terdapat dalam suatu botol bir 16 gr, pada seorang yang berat tubuhnya 70 kg distribusi dalam 70 kg menyebabkan suatu kadar etanol dalam darah sebesar 16 gr/49kg=0,33permil 7,2 mM. Konsentrasi etanol yang letal adalah sebesar kurang lebih 3,5 promol 76 mM. 2. Efek fisiologis etanol Etanol dapat menyebabkan hipersensitivitas. Hipersensitivitas adalah reaksi imun yang patologis, terjadi akibat respon imun yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan jaringan tubuh. Reaksi hipersensitivitas dibagi berdasarkan waktu dan mekanismenya. Berdasarkan waktu, hipersensitivitas dibagi menjadi 3 bagian reaksi cepat, intermediet, dan lambat. Adapun berdasarkan mekanismenya, menurut Robert Coombs dan Philip HH Gell 1963 dibagi menjadi tipe I,tipe II, tipe III,dan tipe IV. Jenis hipersensitivitas Mekanisme imun patologik Mekanisme kerusakan jaringan dan penyakit Tipe I Hipersensitivitas cepat IgE Sel mast dan mediatornya amin vasoaktif,mediator lipid,sitokin Tipe II Reaksi melalui antibodi IgM,IgG terhadap permukaan sel atau matriks antigen ekstraseluler Opsonisasi dan fagositosis sel. Pengerahan leukosit neutrofil, makrofag atas pengaruh komplemen dan FcR Kelainan fungsi selular misalnya dalam sinyal reseptor hormon Tipe III Kompleks imun Kompleks imun antigen dalam sirkulasi dan IgM Penerahan dan aktivasi leukosit atau IgG Tipe IV melalui sel T Tipe IVa Tipe Ivb CD4+ DTH CD8+CTL Aktivasi makrofag, inflamasi atas pengaruh sitokin membunuh sel sasaran direk, innflamasi atas pengaruh sitokin. Vasodilatasi Vasodilatasi adalah pembesaran lumen pembuluh darah akibat relaksasi otot polos sirkuler pembuluh tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi vasodilatasi Penurunan aktivitas Penurunan O2. Peningkatan CO2. Stimulasi Pada pemicu,vasodilatasi disebabkan penggabungan asetaldehid dan protein plasma. Antigen ini merangsang IgE dengan bantuan sel Th. IgE diikat oleh sel mast atau basofil melalui reseptor Fcε. Apabila tubuh terpajan ulang dengan antigen yang sama, maka anntigan tersebut akan diikat oleh IgE yang sudah ada pada permukaan sel mast atau basofil. Akibat ikatan antigen- IgE,sel mast /basofil mengalami degranulasi dan melepas mediator yang preformed antara lain histamin yang menimbulkan gejala reaksi hipersensitivitas tipe I. Histamin merupakan vasodilator yang dapat menimbulkan vasodilatasi pada arteriol dan peningkatan permeabilitas kapiler . Kemerahan pada muka IgE yang biasanya dibentuk dalam jumlah sedikit, segera diikat oleh sel mast atau basofil. IgE yang sudah ada pada permukaan sel mast,akan menetap untuk beberapa minggu. Sensitasi dapat pula terjadi secara pasif bila serum darah orang yang alergi dimasukkan ke dalam kulit atau sirkulasi orang normal., reaksi yang terjadi ini dapat berupa eritema kemerahan oleh karena dilatasi. Kemerahan pada muka dalam pemicu ini diasosiasikan dengan eritema. Takikardi Vasodilatasi dalam arteriol menyebabkan tekanan dalam arteriol menurun, sehingga menyebabkan rangsangan terhadap saraf simpatis untuk menstimulasi nodus SA. Jika dalam keadaan normal nodus SA ini sebagai pemacu jantung karena memiliki kecepatan depolarisasi spontan tertinggi. Ketika nodus SA mencapai ambang terbentuk potensial aksi yang menyebar keseluruh jantung dan menginduksi jantung berkontraksi atau berdenyut, hal i ni berlangsung sekitar 70 kali /menit, sehingga kecepatan denyut jantung rata-rat adalah 70 kali/menit. Pada keadaan tertentu, keadaan denyut jantung selalu ditentukan terutama oleh keseimbangan antara efek inhibitorik saraf vagus dan efek stimulatorik saraf simpatis jantung. Pada keadaan istirahat, lepas muatan parasimpatis yang dominan. Pada kenyataannya, jika semua saraf otonom ke jantung dihambat, kecepatan denyut jantung akan meningkat dari nilai rata-rata 70 denyut/menit menjadi sekitar 100 denyut/menit, yaitu kecepatan inheren Nodus SA membentuk potensial aksi apabila tidak dipengaruhi oleh persyarafan apapun. Perubahan kecepatan denyut jantung melebihi tingkat istirahat ini kedua arah dapat terjadi akibat pergeseran keseimbangan pada stimulasi saraf otonom. Kecepatan denyut jantung meningkat oleh peningkatan aktivitas simpatis yang diiringi oleh penurunan aktivitas parasimpatis. Walaupun kontrol kecepatan denyut jantung terutama ditentukan oleh persyarafan otonom, faktor-faktor lain juga berpengaruh. Salah satu yang terpenting adalah epinefrin, suatu hormon yang disekresikan ke dalam darah dari kelenjar adrenal setelah dirangsang oleh saraf simpatis dan bekerja di jantung, serupa dengan nor-epinefrin untuk meningkatkan kecepatan denyut jantung. Dengan demikian, epinefrin memperkuat efek langsung sistem saraf simpatis pada jantung. 3. Penyakit Jantung Salah satu studi menemukan bahwa pria yang minum alkohol dalam jumlah moderat tiga atau lebih kali seminggu naik sampai 35% lebih sedikit kemungkinan untuk mendapat serangan jantung dibandingkan non-peminum, dan orang-orang yang meningkatkan konsumsi alkohol dengan satu gelas sehari selama 12 tahun penelitian memiliki risiko 22% lebih rendah serangan jantung. Asupan sehari-hari dari 1 atau 2 unit alkohol atau setengah ukuran reguler penuh segelas anggur adalah berhubungan dengan rendahnya risiko penyakit jantung koroner pada pria lebih dari 40 dan wanita yang telah mengalami menopause. Namun, mabuk setidaknya sebulan sekali menempatkan perempuan pada peningkatan secara signifikan risiko serangan jantung, meniadakan salah satu potensi alkohol efek perlindungan. Peningkatan umur panjang hampir seluruhnya hasil menurunkan penyakit jantung koroner. 4. Demensia Moderat jangka panjang atau jangka pendek yang berlebihan pesta minum telah dikaitkan dengan demensia; diperkirakan bahwa antara 10% sampai 24% dari kasus demensia disebabkan oleh konsumsi alkohol, dengan wanita berada di risiko yang lebih besar daripada laki-laki. Konsumsi alkohol tidak membunuh sel-sel otak melainkan kerusakan dendrit, yang bercabang ujung sel saraf yang membawa pesan ke dalam sel. Alkohol dilates saluran dalam struktur selular yang mengatur aliran kalsium, menyebabkan kelebihan kalsium mengalir ke dalam sel dan merangsang peningkatan aktivitas. Ini tidak membunuh seluruh sel, tetapi menyebabkan hilangnya segmen akhir, menyebabkan hilangnya sinyal yang masuk dan oleh karena itu perubahan dalam fungsi otak. Sebagian besar kerusakan ini bersifat sementara, tetapi proses pemulihan perubahan struktur sel saraf secara permanen. Pada orang berusia 55 dan berakhir, setiap hari minum ringan hingga sedang satu sampai tiga gelas minuman dikaitkan dengan 42% penurunan kemungkinan mengembangkan demensia, dan 70% pengurangan risiko demensia vaskular. Para peneliti menyarankan alkohol dapat merangsang pelepasan asetilkolin di hipokampus otak daerah. 5. Kanker Konsumsi alkohol telah dihubungkan dengan tujuh jenis kanker kanker mulut, kanker faring, kanker esofagus, kanker laring, kanker payudara, kanker usus dan kanker hati. Risiko kanker meningkat bahkan dengan konsumsi moderat sedikit sebagai 3 unit alkohol satu pint bir atau segelas besar anggur per hari. Berat peminum lebih cenderung untuk mengembangkan kanker hati karena sirosis hati. Sebuah studi global menemukan bahwa 3,6% dari semua kasus kanker di seluruh dunia yang disebabkan oleh minum alkohol, menyebabkan 3,5% dari semua kematian akibat kanker global. Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa alkohol menyebabkan sekitar 6% dari kematian akibat kanker di Inggris, membunuh lebih dari orang per tahun. Wanita yang rendah untuk secara teratur mengkonsumsi alkohol dalam jumlah moderat memiliki peningkatan risiko kanker saluran pencernaan bagian atas, rektum, hati, dan payudara. Bagi laki-laki dan perempuan, mengkonsumsi dua atau lebih minuman harian meningkatkan risiko kanker pankreas sebesar 22%. Anggur merah mengandung resveratrol, yang memiliki beberapa efek anti kanker pada sel-sel laboratorium Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan selama ini, tidak ada bukti kuat bahwa anggur merah dapat melindungi terhadap kanker pada manusia. 6. Diabetes Konsumsi sehari-hari dari sejumlah kecil etanol murni oleh para perempuan tua dapat memperlambat atau mencegah timbulnya diabetes dengan menurunkan tingkat gula darah. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa penelitian yang digunakan murni etanol, dan bahwa minuman beralkohol sehari-hari mengandung aditif , termasuk gula, yang akan meniadakan efek. Orang dengan diabetes harus menghindari minuman manis, manis anggur, dan minuman keras. 7. Alkoholisme Kecenderungan untuk alkoholisme diyakini sebagian genetik; individu dengan kecenderungan semacam itu mungkin memiliki respon biokimia berbeda alkohol, meskipun hal ini diperdebatkan. Kecanduan alkohol juga dapat menyebabkan kekurangan gizi karena dapat mengubah pencernaan dan metabolisme dari kebanyakan gizi. Kekurangan tiamin parah terjadi karena kekurangan folat, riboflavin, vitamin B 6 dan selenium dan dapat menyebabkan sindrom Korsakoff. Kram otot, mual, kehilangan nafsu makan, gangguan syaraf dan depresi adalah beberapa gejala umum. Ini dapat juga mengakibatkan osteoporosis dan patah tulang karena kekurangan vitamin D vitamin D membantu penyerapan kalsium. 8. Stroke Sebuah studi menemukan bahwa seumur hidup abstainers itu 2,36 kali lebih mungkin untuk mengalami stroke daripada mereka yang minum jumlah moderat secara teratur. Peminum berat adalah 2,88 kali lebih mungkin untuk mengalami stroke daripada peminum moderat. Demikianlah pembahasan mengenai Alkohol – Pengertian, Jenis, Manfaat, Tata Nama dan Sifat semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. Baca Juga Asam Asetat Pengertian, Rumus, Reaksi Dan Fungsinya Glukosa Pengertian, Rumus, Peran, Penamaan Dan Fungsinya Reaksi Amonia Pengertian, Rumus, Sifat Dan Manfaatnya Asam Oksalat Pengertian, Rumus, Sifat, Kegunaan, Bahaya Dan Bentuknya
ArticlePDF Available AbstractPolicy to open investment in alcoholic beverage invite pros and cons in the general public. The proponents of the policy argue the importance of alcoholic investment from economic point of views. This article aims at analyzing role of alcoholic beverage industry in Indonesian economy. The data was Input-Output Table of 2016 which was aggregated into 18 industries. Analyses carried out were output multiplier, employment multiplier, and income multiplier as well as forward and backward linkages. The results of analyses show that output multiplier is low, employment multiplier is high and income multiplier is high. In addition, forward and backward linkages are both below one. From these results, it can be concluded that alcoholic beverage industry is not a leading sector in Indonesia and its role is relatively limited. Government should be cautious in opening up investment for the industry for investment taking into account that the industry's pulling factor to input providing industries as well as pushing factor to output using industries are relatively low. In addition, while employment multiplier is high, at present employment in alcoholic beverage is relatively limited. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeAuthor contentAll content in this area was uploaded by Akhmad Solikin on Dec 10, 2021 Content may be subject to copyright. Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 203 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved PERAN INDUSTRI MINUMAN BERALKOHOL DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA ANALISIS INPUT-OUTPUT Akhmad Solikin Politeknik Keuangan Negara STAN, Jalan Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Kode Pos 15222 E-mail akhsol INFORMASI ARTIKEL Tanggal masuk [12-08-2021] Revisi [26- 10-2021] Tanggal terima [22-11-2021] ABSTRACT Policy to open investment in alcoholic beverage invite pros and cons in the general public. The proponents of the policy argue the importance of alcoholic investemnt from economic poin of views. This article aims at analyzing role of alcoholic beverage industry in Indonesian economy. The data was Input-Output Table of 2016 which was aggregated into 18 industries. Analyses carried out were output multiplier, employment multiplier, and income multiplier as well as forward and backward linkages. The results of analyses show that output multiplier is low, employment multiplier is high and income multiplier is high. In addition, forward and backward linkages are both below one. From these results, it can be concluded that alcoholic beverage industry is not a leading sector in Indonesia and its role is relatively limited. Government should be cautious in opening up investment for the industry for investment taking into account that the industry’s pulling factor to input providing industries as well as pushing factor to output using industries are relatively low. In addition, while employment multiplier is high, at present employment in alcoholic beverage is relatively limited. Keywords Alcoholic beverage, Input output table, Output multiplier, Employment multiplier, Industrial linkage ABSTRAK Kebijakan untuk membuka investasi minuman beralkohol mengundang pro dan kontra di masyarakat. Pendukung kebijakan tersebut menyampaikan pentingnya investasi di sektor tersebut dilihat dari kepentingan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran industri minuman beralkohol dalam perekonomian Indonesia. Data yang digunakan adalah Tabel Input-Output tahun 2016 yang diagregasi menjadi 18 industri. Analisis yang dilakukan adalah efek pengganda output, tenaga kerja dan pendapatan serta keterkaitan ke depan dan ke belakang. Hasil analisis menunjukkan bahwa angka pengganda output rendah, angka pengganda tenaga kerja tinggi dan angka pengganda pendapatan tinggi. Selain itu, efek keterkaitan ke depan dan keterkaitan ke belakang kurang dari satu. Dengan hasil-hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa industri minuman mengandung alkohol bukan merupakan sektor unggulan di Indonesia dan perannya relatif terbatas. Pemerintah perlu berhati-hati dalam membuka investasi atas industri tersebut, dengan pertimbangan bahwa daya tarik terhadap industri penyedia input dan daya dorong terhadap industri pengguna output relatif rendah. Selain itu, meskipun angka pengganda tenaga kerja tinggi, selama ini penyerapan tenaga kerja relatif rendah. Kata Kunci Minuman beralkohol, Tabel input-output, Pengganda output, Pengganda tenaga kerja, Efek keterkaitan Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 204 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved 1. PENDAHULUAN Pada bulan Februari 2021, media sosial dan media masa di Indonesia diramaikan dengan diskusi mengenai investasi industri minuman keras. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal pada Lampiran III menyebutkan beberapa bidang usaha dengan persyaratan tertentu. Bidang usaha yang menimbulkan kontroversi adalah investasi industri minuman keras mengandung alkohol KBLI 11010, industri minuman mengandung alkohol anggur KBLI 11020, serta industri minuman mengandung malt KBLI 11031. Terdapat persyaratan tertentu untuk investasi pada ketiga industri minuman keras tersebut, yaitu bahwa investasi baru dapat dilakukan terbatas pada empat provinsi, yaitu Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua. Investasi baru di luar empat propinsi tersebut dapat disetujui apabila ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM dan didukung dengan usulan gubernur yang bersangkutan. Selain itu, pada Lampiran III Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 juga diatur syarat jaringan distribusi dan tempat khusus bagi perdagangan eceran minuman keras atau beralkohol KBLI 47221 dan perdagangan eceran kaki lima minuman keras atau beralkohol KBLI 47826. Investasi KBLI 11010, KBLI 11020 dan KBLI 11031 sebelumnya termasuk dalam bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016. Di lain pihak, KBLI 47221 dan KBLI 47826 dalam Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 merupakan bidang usaha terbuka yang mempunyai syarat tertentu, yaitu mempunyai 1 Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol SIUP-MB dan 2 jaringan perdagangan dan tempat khusus. Dengan demikian, sumber kontroversi adalah investasi untuk KBLI 11010, KBLI 11020 dan KBLI 11031, karena KBLI 47221 dan KBLI 47826 sudah terdapat dalam peraturan sebelumnya, yang kemudian diubah dengan penyederhanaan perizinan. Peraturan Presiden ini mendapatkan reaksi baik pro maupun kontra dari masyarakat. Pada penerbitan Peraturan Presiden sebelumnya, yaitu Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016, reaksi terutama ditunjukkan oleh pasar yang merespon positif atas kebijakan tersebut, meskipun respon harga saham berbeda-beda tergantung apakah sektor tersebut mendapatkan keuntungan atau kerugian dari Peraturan Presiden tentang daftar negatif investasi tersebut Dewi et al., 2017. Di sisi lain, Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021, khususnya terkait dengan pembukaan investasi minuman keras, mendapatkan kritik yang luas dari sisi kesehatan, keagamaan, moral, dan sosial Kompas, 2021. Pendukung pembukaan investasi minuman keras pada Peraturan Presiden menyampakan dukungan dikaitkan dengan aspek pariwisata, ketenagakerjaan, investasi, ekspor, pertumbuhan ekonomi serta kearifan lokal CNBC Indonesia, 2021; Warta Ekonomi, 2021. Setelah mendapatkan kritik dari berbagai kalangan, misalnya organisasi keagamaan contohnya MUI, NU dan Muhammadiyah CNBC Indonesia, 2021; Kompas, 2021; Republika, 2021 dan tokoh masyarakat Papua, Presiden kemudian mencabut Lampiran Peraturan Presiden yang mengatur tentang investasi minuman keras CNBC Indonesia, 2021; Kompas, 2021; Republika, 2021. Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 205 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved Meskipun Peraturan Presiden terkait dengan investasi minuman keras telah dicabut, kebijakan tersebut sangat menarik untuk dievaluasi agar dapat diperbaiki di masa yang akan datang. Masalah yang ingin dijawab oleh artikel ini adalah seberapa penting pembukaan investasi minuman keras, dilihat dari aspek output, ketenagakerjaan, pendapatan, serta kemampuan industri minuman beralkohol menarik dan mendorong perekonomian. Penelusuran pada Portal Garuda dengan kata kunci “minuman keras” dan “alkohol” menunjukkan bahwa penelitian yang membahas mengenai peran industri minuman keras di Indonesia masih terbatas. Topik-topik yang cukup banyak dibahas misalnya penerimaan cukai dari minuman mengandung etil alkohol Rasyid, 2020; Sari et al., 2020 serta aspek pengawasan dari peredaran minuman keras sebagai barang yang mengandung eksternalitas negatif Cahyo & Adhitama, 2018; Ferry, 2016; Makalare et al., 2017; Pam et al., 2015. Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang peran industri alkohol dalam perekonomian Indonesia. Peran tersebut ditinjau dari aspek keterkaitan ke belakang dan keterkaitan ke depan, serta efek multiplier dari industri alkohol. Penelitian ini berguna bagi para pembuat kebijakan untuk mengetahui peran industri minuman keras bagi perekonomian Indonesia. Khusus bagi Kementerian Keuangan, pengetahuan tentang industri minumal beralkohol merupakan hal penting karena produk ini termasuk yang terkena cukai. Berdasarkan hitungan Rasyid 2020 potensi penerimaan cukai dari minuman mengandung alkohol sekitar Rp9 triliun, walaupun realisasinya baru sekitar Rp5 triliun sampai Rp6 triliun. Tambahan penerimaan negara ini tentu sangat penting, meskipun di kajian literatur akan dibahas bahwa fungsi cukai bukan hanya dari sisi penerimaan negara. Selain itu, artikel ini juga memperkaya kajian akademik tentang peran minuman beralkohol bagi perekonomian, di tengah terbatasnya literatur tentang hal tersebut. 2. KAJIAN LITERATUR Peran Minuman Beralkohol dalam Perekonomian Sebagaimana dibahas pada paragraf sebelumnya, pembukaan investasi minuman keras terutama didasari oleh alasan ekonomi, misalnya alasan pariwisata, tenaga kerja, investasi, ekspor, dan pertumbuhan ekonomi. Kerangka pikir penelitian ini digambarkan pada Grafik 1, khususnya kaitan industri minuman beralkohol terhadap industri penyedia input, industri pengguna output, output, tenaga kerja, dan pendapatan. Grafik 1. Kerangka Pikir Sumber Penulis Thomas et al. 2019 melakukan penelitian atas dampak pelarangan minuman keras di Kerala India terhadap keinginan wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarangan minuman keras tidak mengurangi minat turis potensial untuk Industri Minuman Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 206 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved datang berkunjung, meskipun menikmati sejumlah alkohol bagi mereka merupakan pengalaman menyenangkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan minuman keras bagi wisata merupakan hal yang penting, tetapi tidak sangat penting sehingga dapat membatalkan rencana kunjungan ke suatu obyek wisata. Dalam konteks Brasil, Loures dan Tavares 2018 menghitung peran sektor gula dan alkohol dalam PDB, yaitu meliputi 9,21% dari PDB regional Northeast Brazil dan 6,91% dari PDB Brazil secara keseluruhan. Peran terhadap PDB besar karena penghitungan memasukkan sektor gula tebu yang merupakan sektor andalan di Brazil. Penelitian tersebut juga relevan dengan artikel ini karena menggunakan metode yang sama, yaitu Input-Output, untuk menghitung PDB yang berasal dari sektor gula dan alkohol. Studi di berbagai negara menunjukkan bahwa komoditas minuman keras yang populer berbeda antara satu negara dengan negara yang lain. Terdapat berbagai jenis minuman keras, baik yang diproduksi pabrik modern maupun diproduksi secara tradisional. Produk modern meliputi brandy, whisky, rum, wine, dan bir; sedangkan produk tradisional misalnya sopi, arak, tuak, ciu, dan lain-lain Lestari, 2016. Produk tradisional ini biasanya merupakan produksi skala rumah tangga, yang mungkin penting bagi budaya tradisional dan kehidupan sosial, sebagaimana didokumentasikan oleh Egea et al. 2016 atas berbagai minuman keras tradisional di Alta Valle del Rino, Italia; meskipun secara umum Eropa dan Mediterania memproduksi dan mengkonsumsi wine. Untuk produk modern, kecenderungan umum minuman keras diproduksi oleh perusahaan besar, bahkan oleh perusahaan multinasional dalam kasus produksi wine Outreville & Hanni, 2013. Pilihan lokasi investasi perusahaan multinasional dalam bidang wine dipengaruhi oleh 1 faktor permintaan pasar meliputi PDB per kapita, jumlah penduduk, konsumsi wine, dan importasi wine, serta 2 faktor efisiensi produksi yang diukur dengan human development index HDI Outreville & Hanni, 2013. Aspek ketenagakerjaan pada sektor minuman beralkohol pada umumnya diteliti dalam kaitannya dengan dampak kebijakan peningkatan cukai atau pajak. Sebagai contoh, Wada et al. 2017 meneliti dampak pengenaan cukai atau pajak penjualan atas minuman beralkohol bir, wine dan spirit di lima negara bagian di Amerika Serikat. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pengenaan cukai atau pajak penjualan sebesar lima persen mengurangi tenaga kerja di sektor yang terkait dengan minuman keras, tetapi meningkatkan tenaga kerja di sektor-sektor yang lain. Pada negara-negara muslim, minuman keras diatur secara ketat. Untuk negara-negara muslim di ASEAN Indonesia, Malaysia, dan Brunei, pengaturan tersebut dalam bentuk kebijakan investasi, kebijakan impor, batasan umur, penjualan retail, berkendara dalam pengaruh alkohol drink-drive, periklanan, dan pembatasan wilayah Sasanapitak et al., 2018. Setiap negara tersebut mempunyai bauran kebijakan yang berbeda, sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara masing-masing. Pembukaan atas investasi minuman beralkohol harus dicermati sebagai proses industrialisasi yang mengubah produksi skala kecil menjadi skala industri. Industrialisasi tersebut berpotensi berdampak positif bagi kesehatan karena standar produk yang Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 207 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved lebih, serta membuat lebih mudah dikontrol oleh pemerintah termasuk dalam pemungutan cukainya. Meskipun demikian, dampak negatif dapat berasal dari peningkatan promosi dan penjualan, sehingga berpotensi meningkatkan dampak negatif dari sisi sosial dan kesehatan Room & Jernigan, 2000. Cukai dan Pembatasan Minuman Beralkohol Dalam konteks Indonesia, pemerintah mengatur peredaran minuman keras dengan hal-hal yang disebutkan sebelumnya, termasuk pengawasan atas penjualan ecerannya Cahyo & Adhitama, 2018. Selain itu, Indonesia juga memasukkan minuman mengandung alkohol sebagai produk yang dikenakan cukai. Berdasarkan Undang-undang 39 Tahun 2007, cukai dikenakan atas produk yang mempunyai empat karakteristik, yaitu 1 perlu dikendalikan konsumsinya, 2 perlu diawasi peredarannya, 3 dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup atas pemakaiannya, serta 4 pembebanan pungutan negara dapat meningkatkan aspek keadilan dan keseimbangan. Pengenaan pajak atas komoditas, termasuk minuman beralkohol, dilandasi oleh 1 efisiensi peningkatan pendapatan revenue-raising efficiency, 2 mengoreksi eksternalitas, dan 3 tujuan redistribusi Smith, 2005. Dengan mempertimbangan sisi efisiensi pemungutan dengan melupakan keadilan, pungutan cukai yang besar dapat diterapkan pada barang yang mempunyai elastisitas tinggi, termasuk minuman beralkohol bagi penghobi atau pecandu. Alasan eksternalitas negatif karena peminum minuman beralkohol tidak menanggung secara penuh biaya marjinal dari konsumsi tersebut, baik dari sisi biaya kesehatan maupun dampak negatif secara langsung bagi orang lain. Di lain pihak, alasan redistribusi dianggap kurang relevan dibandingkan dengan pengenaan pajak atau kebijakan intervensi pemerintah secara umum Smith, 2005. Jelaslah bahwa tujuan utama dari cukai adalah untuk mengendalikan konsumsi dan peredaran barang, karena adanya dampak atau eksternalitas dalam penggunaan atau konsumsinya. Pengenaan cukai dari sisi penerimaan lebih pada upaya sebagai mekanisme harga untuk pengendalian tersebut, yaitu dengan harapan bahwa harga yang meningkat akan menurunkan permintaan Gruber, 2012. Sebagaimana digambarkan pada Grafik 2, ditinjau dari eksternalitas negatif, manfaat sosial marjinal social marginal beneit, SMB dari konsumsi alkohol lebih kecil dari manfaat pribadi private marginal benefit, PMB karena PMB tidak memperhitungkan dampak negatif dari konsumsi alkohol. Pengenaan cukai sebesar marginal damage MD akan mengurangi konsumsi minuman beralkohol tersebut dari Q0 ke Q1. Grafik 2. Eksternalitas Negatif dan Cukai Sumber Gruber 2012 Terdapat hubungan negatif antara pajak, cukai atau harga minuman beralkohol dan dampak negatif alkohol Elder et al., 2010. Kebijakan yang efektif perlu menggabungkan antara cukai dengan kebijakan lain, misalnya Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 208 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved peraturan dan penegakan hukum, program pendidikan, dan intervensi kesehatan bagi pecandu Cecchini et al., 2015. Saat ini, Barang Kena Cukai BKC adalah hasil tembakau, minuman mengandung etil alkohol MMEA serta etil alkohol EA, meskipun terdapat beberapa ide untuk mengenakan cukai atas beberapa barang lain, misalnya minuman ringan berpemanis Murwani et al., 2020, gula Setyawan, 2018, serta kantong plastik Gultom, 2020. 3. METODE PENELITIAN Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber pada Tabel Input-Output Indonesia tahun 2016 BPS, 2021. Tabel Input-Output tersebut merupakan tabel yang paling mutakhir yang dikeluarkan oleh BPS. Tabel Input-Output merupakan tabel atau matriks yang dibedakan menjadi tiga kuadran Sahara, 2017. Kuadran I merupakan transaksi antara, yaitu barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi. Dalam hal ini, data baris merupakan alokasi output, sedangkan data pada kolom merupakan penggunaan input dari suatu sektor. Kuadran II berisi permintaan akhir dan penyediaan masing-masing sektor produksi. Kuadran III berisi nilai tambah bruto atau input primer. Kuadran IV yang menunjukkan input primer yang langsung dipergunakan untuk permintaan akhir, kadang tidak diperhatikan dalam Tabel Input-Output Firmansyah, 2006. Dalam Tabel Input-Output 185 produk, minuman beralkohol mempunyai kode 073. Tabel Input-Output yang lebih sederhana terdiri dari 52 industri dan 17 industri, tetapi industri minuman beralkohol tidak dicantumkan tersendiri. Dengan demikian, untuk menganalisis secara khusus industri minuman beralkohol maka Tabel Input-Output 185 industri kemudian diagregasi menjadi 17 industri ditambah satu industri minuman beralkohol, dengan konkordasi klasifikasi sektor sebagaimana dilakukan oleh BPS. Kode dan nama sektor pada penelitian ini sebagaimana tercantum pada Tabel 1. Penulis dapat menggunakan agregasi yang berbeda sesuai kebutuhan, misalnya klasifikasi 25 industri Tabel IO 2010 Raflah & Widodo, 2016 atau 35 industri Tabel IO 2008 Nasrullah & Suparman, 2015. Pada klasifikasi asli dalam 185 sektor, industri minuman beralkohol termasuk dalam industri pengolahan kode 3, tetapi dalam artikel ini dipisah menjadi industri tersendiri kode 4, sebagaimana tercantum pada Tabel 1. Tabel 1. Agregasi industri Pertanian, kehutanan, & perikanan Pertambangan & penggalian Industri minuman beralkohol Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah & daur ulang Perdagangan besar & eceran; Reparasi mobil & sepeda motor Transportasi & pergudangan Penyediaan akomodasi & makan minum Adminstrasi pemerintahan, pertahanan, & jaminan sosial wajib Jasa kesehatan & kegiatan sosial Sumber BPS 2021 diubah Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 209 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved Apabila digolongkan berdasarkan jenis harga dan cakupan transaksi, terdapat empat jenis Tabel Input-Output Purwoko, 2012, yaitu 1 Tabel Input-Output dengan transaksi domestik berdasarkan harga produsen, 2 Tabel Input-Output dengan transaksi domestik berdasarkan harga konsumen, 3 Tabel Input-Output dengan transaksi total berdasarkan harga produsen, dan 4 Tabel Input-Output dengan transaksi total berdasarkan harga konsumen. Penelitian ini menggunakan jenis tabel yang pertama, yang dengan demikian data yang dicatat pada kuadran input antara dan kuadran permintaan akhir hanya transaksi domestik saja, sedangkan data impor dicatat pada baris dan kolom tersendiri. Selain itu, data yang dicatat juga berdasarkan harga produsen atau harga dasar, sehingga terdapat sektor tambahan yaitu sektor perdagangan dan transportasi. Penggunaan harga produsen akan membuat hubungan antarsektor lebih stabil karena tidak dipengaruhi oleh marjin perdagangan antarsektor Daryanto & Hafizrianda, 2010. Analisis dilakukan dengan menghitung angka pengganda dan analisis keterkaitan. Tiga jenis angka pengganda yang dihitung yaitu angka pengganda output, angka pengganda pendapatan rumah tangga, dan angka pengganda lapangan pekerjaan. Dalam hal ini, angka pengganda output menunjukkan nilai output total dalam perekonomian yang terjadi karena perubahan satu unit uang permintaan akhir produk minuman beralkohol. Angka pengganda output tersebut dapat dihitung dengan rumus Nazara, 2005 ......................... 1, dimana Oj adalah angka pengganda output dan αij adalah elemen matriks kebalikan Leontief. Angka pengganda tenaga kerja employment multiplier atau efek lapangan kerja menunjukkan perubahan lapangan pekerjaan karena perubahan satu unit uang permintaan akhir produk, dalam hal ini adalah produk minuman beralkohol. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut Nazara, 2005 ..................... 2, dimana w menunjukkan rata-rata output setiap pekerja di sektor j. Angka atau efek pengganda pendapatan rumah tangga merupakan jumlah pendapatan rumah tangga yang terjadi sebagai efek dari perubahan satu unit uang permintaan akhir atas produk, dalam hal ini adalah produk minuman beralkohol. Angka tersebut dapat dihitung dengan rumus Nazara, 2005 ................... 3. Efek pendapatan rumah tangga ini merupakan akibat dari perubahan permintaan tenaga kerja yang didorong oleh perubahan permintaan akhir satu unit uang minuman beralkohol. Peningkatan tenaga kerja tersebut kemudian akan meningkatkan pendapatan rumah tangga. Efek keterkaitan terdiri dari keterkaitan langsung dan keterkaitan tidak langsung, baik keterkaitan ke depan maupun ke belakang. Keterkaitan langsung ke depan merupakan perubahan output melalui mekanisme perubahan penawaran output, sedangkan keterkaitan langsung ke depan melalui mekanisme permintaan input. Dalam kasus industri minuman beralkohol, misalnya peningkatan output industri minuman beralkohol yang menyebabkan peningkatan output sektor pengguna, misalnya sektor hotel dan restoran, disebut dengan efek keterkaitan langsung ke depan direct forward linkage. Selain itu, peningkatan output Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 210 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved industri minuman beralkohol akan meningkatkan permintaan input dari sektor penyuplai, misalnya industri padi-padian dan bahan makanan lain. Hal tersebut disebut efek keterkaitan langsung ke belakang direct backward linkage. Kriteria menilai angka pengganda dan efek keterkaitan adalah sebagai berikut Wijaya et al., 2014. Angka pengganda digolongkan “tinggi” apabila lebih besar daripada rata-rata pengganda seluruh sektor di ekonomi, dan digolongkan “rendah” apabila lebih kecil daripada rata-rata pengganda seluruh sektor di ekonomi. Selanjutnya, keterkaitan ke belakang yang mempunyai daya menarik lebih darisatu berarti sektor tersebut mempunyai daya menarik yang lebih besar daripada rata-rata daya menarik seluruh sektor di ekonomi. Keterkaitan ke depan yang lebih dari satu menunjukkan sektor tersebut mempunyai derajat kepekaan yag lebih besar daripada rata-rata seluruh sektor di ekonomi tersebut. Analisis dilakukan dengan menggunakan Excel serta aplikasi PyIO Nazara et al., 2003; Wu, 2009. Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Regional Economics Application Laboratory REAL, University of Illinois at Urbana-Champaign. Urutan analisis adalah dengan agregasi sektor dari 185 sektor ke 18 sektor yang dilakukan dengan Excel, dan kemudian melakukan analisis efek dan keterkaitan dengan PyIO. Untuk menghitung angka pengganda tenaga kerja diperlukan data tambahan berupa jumlah tenaga kerja per sektor yang tidak dapat diperoleh dari Tabel IO. Data tersebut diperoleh dari BPS berupa data penduduk berusia 15 tahun menurut lapangan pekerjaan utama tahun 2016. Dalam data tersebut, jumlah sektor adalah 17 sehingga diperlukan pemecahan data untuk sektor industri minuman beralkohol dari industri pengolahan. Pemecahan dilakukan berdasarkan perbandingan kompensasi tenaga kerja pada Kuadran III Tabel IO. Hasilnya jumlah tenaga kerja sektor industri minuman beralkohol sejumlah orang. Sebagai perbandingan, data BPS untuk pekerja industri minuman secara total 2 digit KBLI pada industri besar dan sedang tahun 2016 adalah orang; dan pada industri mikro dan kecil pada tahun 2015 adalah orang. 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh angka pengganda output sebagaimana tercantum pada Tabel 2. Rata-rata angka pengganda pada semua sektor adalah 1,62943 sehingga kategori sektor apakah mempunyai angka pengganda output rendah atau tinggi dicantumkan pada kolom ketiga. Sebagaimana tercantum pada Tabel 2, sektor industri minuman beralkohol kode 4 termasuk sektor dengan angka pengganda output yang rendah. Angka pengganda 1,42136 bermakna bahwa peningkatan permintaan akhir minuman beralkohol sebesar satu rupiah akan meningkatkan output total perekonomian sebesar 1,42 rupiah. Angka ini lebih rendah daripada hasil penelitian Yusa 2019 yang menunjukkan bahwa angka pengganda output industri makanan dan minuman pada sektor-sektor produksi pangan di Indonesia adalah 2,12 dan 2,60 untuk tahun 2014 dan 2018. Perbedaan tersebut kemungkinan karena perbedaan dalam penggolongan atau kategorisasi sektor yang dipergunakan. Tabel 2. Angka Pengganda Output Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 211 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved Sumber Hasil perhitungan Tabel 3 menyajikan hasil perhitungan angka pengganda tenaga kerja. Rata-rata angka pengganda tenaga kerja adalah 0,00815. Angka pengganda sektor minuman beralkohol adalah 0,01011 yang bermakna bahwa peningkatan permintaan seratus unit uang permintaan akhir minuman beralkohol akan meningkatkan permintaan tenaga kerja sebesar kurang lebih satu orang. Angka pengganda ini lebih besar daripada angka pengganda sektor industri pengolahan kode 3 secara umum. Angka pengganda tenaga kerja industri pengolahan pada penelitian ini adalah 0,00758 yang mirip dengan hasil studi Rahmah dan Widodo 2019 yang mendapatkan hasil 0,006 dengan menggunakan Tabel IO 2016 agregasi 9 sektor. Tabel 3. Angka Pengganda Tenaga Kerja Sumber Hasil perhitungan Selanjutnya, Tabel 4 menyajikan angka pengganda pendapatan rumah tangga. Rata-rata angka pengganda pendapatan adalah 0,36720. Angka pengganda pendapatan sektor minuman beralkohol adalah 0,48373 yang termasuk kategori tinggi. Angka ini dapat diartikan bahwa peningkatan satu unit uang permintaan akhir atas produk minuman beralkohol akan meningkatkan pendapatan sebesar 0,48373. Pendapatan di sini bukan hanya pendapatan rumah tangga dalam definisi yang biasa, karena dalam definisi pendapatan tersebut termasuk dividen dan bunga bank Sahara, 2017. Angka pengganda pendapatan sektor minuman beralkohol lebih tinggi daripada sektor industri pengolahan. Angka pengganda tersebut hanya dapat ditandingi oleh angka pengganda sektor jasa, yaitu jasa pendidikan, jasa pemerintahan, jasa lainnya, serta jasa keuangan dan asuransi. Hasil penelitian Rahmah dan Widodo 2019 juga menunjukkan bahwa sektor jasa mempunyai angka pengganda pendapatan yang lebih tinggi. Tabel 4. Angka Pengganda Pendapatan Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 212 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved Sumber Hasil perhitungan Selanjutnya, Tabel 5 menyajikan forward linkage dan backward linkage total. Sektor industri minuman beralkohol mempunyai keterkaitan langsung ke depan dan keterkaitan langsung ke belakang masing-masing sebesar 0,62011 dan 0,87230. Angka 0,62011 bermakna bahwa setiap perubahan satu unit uang pada output sektor minuman beralkohol akan meningkatkan output sektor pengguna sebesar 0,62011 satuan uang. Di lain pihak, peningkatan satu unit uang pada output sektor minuman beralkohol akan meningkatkan output sektor yang menyediakan input produksi sebesar 0,87230 satuan uang. Angka keterkaitan langsung ke depan dan keterkaitan langsung ke belakang yang lebih kecil daripada satu menunjukkan bahwa industri minuman beralkohol bukan merupakan sektor penarik atau pendorong utama pada perekonomian Indonesia. Sebagaimana tercantum pada Tabel 5, keterkaitan ke belakang lebih besar daripada keterkaitan ke depan. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh banyaknya sektor yang terkait dengan industri minuman mengandung alkohol sebagai sektor penyedia input, sedangkan sektor penggunanya terbatas sektor akomodasi dan penyediaan makanan dan minuman. Tabel 5. Forward dan Backward Linkage Sumber Hasil perhitungan Sektor-sektor yang termasuk dalam sektor pengguna dan sektor penyedia disajikan dalam Gambar 1 dan Gambar 2. Pada Grafik 3 terlihat bahwa pengguna utama output dari sektor industri minuman beralkohol adalah akomodasi dan makanan minuman 85%, jasa lainnya 10,14%, serta jasa transportasi dan pergudangan 2,34%. Sektor pengguna yang lain sangat kecil permintaannya, meliputi sektor industri minuman beralkohol tersebut 1,36%, industri pengolahan 0,92% serta jasa pendidikan 0,002%. Sebelum agregasi, dalam Tabel IO 185 sektor dapat dilihat bahwa pengguna output industri minuman beralkohol hanya 18 dari 185 sektor 9,73%, yang meliputi makanan dan minuman terbuat dari susu kode 060, tepung lainnya kode 061, makanan lainnya kode 071, minuman Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 213 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved beralkohol kode 073, barang dari kertas dan karton kode 092, obat tradisional kode 106, alat dapur, pertukangan, perabot rumah dan kantor dari logam kode 119, mesin penggerak mula kode 128, mesin lainnya dan perlengkapannya kode 130, barang hasil industri pengolahan lainnya kode 143, jasa angkutan laut kode 159, jasa angkutan udara kode 161, penyediaan akomodasi kode 164, penyediaan makanan dan minum kode 165, jasa pendidikan swasta kode 181, jasa kesenian, hiburan dan rekreasi kode 183, reparasi barang rumah tangga dan lainnya kode 184, serta jasa lainnya kode 185. Pengguna yang besar terbatas pada enam industri, yaitu industri dengan kode 165, 164, 183, 161, 73, dan 92. Grafik 3. Sektor Pengguna Output Industri Minuman Beralkohol Sumber Perhitungan penulis Terkait dengan jasa pendidikan sebagai pengguna output industri minuman beralkohol didukung dengan fakta banyaknya lembaga pendidikan dan/atau program studi pariwisata dan/atau perhotelan yang terdata pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi PPDikti. Backward linkage yang lebih besar dapat disebabkan oleh industri penyedia yang lebih luas. Berdasar agregasi Tabel IO 18 sektor diketahui bahwa industri penyedia sebanyak 16 industri dari 18 industri atau dalam IO 185 sektor merupakan 49,73% dari seluruh sektor, meskipun dengan penyediaan input yang relatif kecil pada setiap sektor tersebut. Jika dipilih industri dengan penyediaan lebih dari Rp50 milyar, sebagaimana tercantum pada Grafik 4, terlihat bahwa industri sebagai penyedia input bagi industri minuman beralkohol terdiri dari lima industri utama. Di antara lima industri tersebut, industri pertanian, kehutanan, dan perikanan; industri pengolahan; serta industri perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor merupakan penyedia input yang paling besar. Kemudian jika dilihat dari sisi pengeluaran, pengguna akhir dari industri minuman beralkohol mayoritas dari konsumsi rumah tangga 90,61%, ekspor barang 11,35% serta penurunan inventori -1,96%. Selain itu, impor minuman beralkohol juga sangat besar, yang meliputi 20,56% dari total permintaan akhir. Grafik 4. Sektor Penyedia Input Industri Minuman Beralkohol Sumber Perhitungan penulis 5. SIMPULAN DAN SARAN/ REKOMENDASI Berdasarkan hasil analisis, industri minuman beralkohol mempunyai angka pengganda output yang rendah, angka pengganda tenaga kerja tinggi, serta angka pengganda pendapatan tinggi. Selain itu, hasil analisis linkage menunjukkan keterkaitan ke belakang dan keterkaitan ke depan mempunyai angka yang lebih kecil daripada satu. Hal tersebut menunjukkan bahwa industri 0 1000000PertanianPengolahanPerdaganganTransportasiKeuangan Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 214 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved minuman beralkohol bukan merupakan industri unggulan di Indonesia. Penyedia utama industri minuman beralkohol terdiri dari industri pertanian, pengolahan dan perdagangan, sedangkan pengguna utama terbatas pada sektor akomodasi dan penyediaan makanan dan minuman. Bagi pembuat kebijakan, hasil tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam membuka investasi minuman beralkohol. Dari hasil analisis diketahui bahwa industri tersebut tidak mempunyai kemampuan yang besar untuk menarik maupun mendorong sektor-sektor lainnya di Indonesia. Manfaat benefits ekonomi yang relatif terbatas tersebut perlu dibandingkan dengan biaya costs terutama ongkos sosial dan politik sebagaimana diilustrasikan pada pendahuluan artikel ini. Analisis ekonomi politik tersebut jelas di luar cakupan artikel ini. Investasi industri hilir alkohol dapat dikembangkan untuk tujuan nonminuman, misalnya untuk industri pewarna, obat sintesis, bahan kosmetik, dan sebagainya. Selain analisis ekonomi politik, untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar analisis menggunakan Tabel Input-Output atas industri minuman beralkohol dikhususkan pada daerah-daerah yang merupakan tujuan dari pembukaan investasi tersebut, yaitu Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua. Tantangan analisis ini adalah ketersediaan Tabel Input-Output yang mutakhir khusus untuk provinsi-provinsi tersebut. Selain itu, penelitian selanjutnya juga dapat menggunakan Tabel Input-Output Regional untuk melihat hubungan antarpulau atau antarprovinsi atas kegiatan ekonomi pada industri minuman beralkohol. DAFTAR PUSTAKA BPS. 2021. Tabel Input-Output Indonesia 2016. Jakarta BPS. Cahyo, R. P. D., & Adhitama, S. 2018. Tinjauan atas pengawasan terhadap perizinan pengusaha tempat penjualan eceran minuman beralkohol. Jurnal Perspektif Bea Dan Cukai, 22, 1–19. Cecchini, M., Devaux, M., & Sassi, F. 2015. Assessing the impacts of alcohol policies A microsimulation approach No. 80; OECD Health Working Papers. CNBC Indonesia. 2021. Terungkap dalang di balik munculnya aturan investasi miras. CNBC Indonesia. Daryanto, A., & Hafizrianda, Y. 2010. Analisis Input-Output & Social Accounting Matrix untuk Pembangunan Ekonomi Daerah. Bogor IPB Press. Dewi, G. A. S. R., Wirama, D. G., & Rasmini, N. K. 2017. Reaksi pasar atas pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi X tentang Daftar Negatif Investasi. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 122, 104–114. Egea, T., Signorini, M. A., Ongaro, L., Rivera, D., & de Castro, C. O. 2016. Traditional alcoholic beverages and their value in the local culture of the Alta Valle del Reno, a mountain borderland Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 215 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved between Tuscany and Emilia-Romagna Italy. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 1227, 1–20. Elder, R. W., Lawrence, B., Ferguson, A., Naimi, T. S., Brewer, R. D., Chattopadhyay, S. K., Toomey, T. L., & Fielding, J. E. 2010. The Effectiveness of tax policy interventions for reducing excessive alcohol consumption and related harms. American Journal of Preventive Medicine, 382, 217–229. Ferry. 2016. Upaya pengendalian minuman tradisional di Desa Sesua Kecamatan Malinau Barat. EJournal Pemerintahan Integratif, 42, 207–216. Firmansyah. 2006. Operasi Matrix dan Analisis Input-Output I-O Untuk Ekonomi Aplikasi Praktis dengan Microsoft Excel dan Matlab. Semarang Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gruber, J. 2012. Public Finance and Public Policy. Worth Publishers. Gultom, E. N. 2020. Analisis ekstensifikasi barang kena cukai terhadap kantong plastik di Indonesia. Jurnal Perspektif Bea Dan Cukai, 42, 166–178. Kompas. 2021. Aturan Investasi Industri Miras yang Hanya Bertahan Satu Bulan. Kompas. Lestari, T. R. P. 2016. Menyoal pengaturan konsumsi minuman beralkohol di Indonesia. Aspirasi, 72, 127–141. Loures, A., & Tavares, I. 2018. GDP of the sugar and alcohol sector in Brazil and Northeast An input-output approach. Revista de Economia e Agronegócio, 163, 422–439. Makalare, Y., Ilat, V., & Pusung, R. 2017. Analisis sistem penyediaan pemesanan dan pelekatan pita cukai minuman mengandung etil alkohol pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Manado. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern, 122, 286–295. Murwani, S., Karmana, I. W., Hasibuan, H. D., & Sriyanto, A. 2020. Urgensi pengenaan cukai pada minuman ringan berpemanis. Jurnal Perspektif Bea Dan Cukai, 42, 134–151. Nasrullah, M., & Suparman. 2015. Analisis dampak ekonomi pembangunan PLTN di Indonesia dengan menggunakan Model Input Output. Prosiding Seminar Nasional ReTII Ke-10 2015, 401–410. Nazara, S. 2005. Analisis Input Output. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Nazara, S., Guo, D., Hewings, G. J. D., & Dridi, C. 2003. PyIO A Python Module for Input-Output Analysis REAL 03-T-23; Issue October. Outreville, J. F., & Hanni, M. 2013. Multinational firms in the world wine industry An investigation into the determinants of most-favoured locations. Journal of Wine Research, 242, 128–137. Pam, D. R., Al Musadieq, M., & Said, A. 2015. Evaluasi kebijakan Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 216 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved pengawasan pelekatan pita cukai pada Minuman Mengandung Etil Alkohol MMEA buatan dalam negeri. Jurnal Perpajakan JEJAK, 11, 1–8. Purwoko. 2012. Model Ekonomi Berbasis Input Output Konsep, Pembangunan dan Aplikasi. Yogyakarta Deepublish. Raflah, W. J., & Widodo, T. 2016. Identifikasi sektor ekonomi non-migas sebagai sektor kunci perekonomian Provinsi Riau menggunakan analisis Tabel Input Output. Jurnal Akuntansi, Ekonomi Dan Manajemen Bisnis, 41, 87–96. Rahmah, A. N., & Widodo, S. 2019. Peranan sektor industri pengolahan dalam perekonomian di Indonesia dengan pendekatan Input – Output tahun 2010–2016. Economie, 11, 14–37. Rasyid, M. 2020. Optimalisasi penerimaan negara dari cukai minuman mengandung etil alkohol Analisis data mikro. Indonesian Treasury Review Jurnal Perbendaharaan Keuangan Negara Dan Kebijakan Publik, 52, 131–141. Republika. 2021. Suara Penolakan Investasi Industri Miras dari Tokoh Papua. Republika. Room, R., & Jernigan, D. 2000. The ambiguous role of alcohol in economic and social development. Addiction, 9512, 523–535. Sahara. 2017. Analisis Input-Output Perencanaan Sektor Unggulan. Bogor IPB Press. Sari, D. P., Rahmiyatun, F., Suhaila, A., & Suratriadi, P. 2020. Analisis penerimaan cukai minuman mengandung etil alkohol terhadap penerimaan negara di bidang cukai pada KPPBC Jakarta. Jurnal Mitra Manajemen, 312, 1182–1194. Sasanapitak, A., Kongpradit, S., & Thomrongajariyakul, J. 2018. Alcohol policy in muslim countries in the ASEAN community. Proceedings of 130th the IRES International Conference, Taipei, Taiwan, 14–18. Setyawan, B. 2018. Kajian pengenaan cukai terhadap gula. Indonesian Treasury Review Jurnal Perbendaharaan Keuangan Negara Dan Kebijakan Publik, 34, 284–295. Smith, S. 2005. Economic issues in alcohol taxation. In S. Cnossen Ed., Theory and Practice of Excise Taxation Smoking, Drinking, Gambling, Polluting and Driving. Oxford University Press. Thomas, T. K., Mura, P., & Romy, A. 2019. Tourism and the dry law’ in Kerala–exploring the nexus between tourism and alcohol. Journal of Tourism and Cultural Change, 175, 563–576. Wada, R., Chaloupka, F. J., Powell, L. M., & Jernigan, D. H. 2017. Employment impacts of alcohol taxes. Preventive Medicine, 105June, S50–S55. Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 217 Vol. 5, No. 2, 2021 ISSN 2614-283X online / ISSN 2620-6757 print Copyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved Warta Ekonomi. 2021. Begini Penjelasan Pihak yang Setuju Miras Dilegalkan. Warta Ekonomi. Wijaya, I. R. A., Masyhuri, Irham, & Hartono, S. 2014. Analisis input output pengolahan tembakau di Provinsi Jawa Timur. Agro Ekonomi, 241, 1–9. Wu, P. 2009. PyIO Quick Start. Yusa, I. G. P. D. 2019. Analisis keterkaitan dan dampak permintaan akhir terhadap sektor produksi pangan di Indonesia Pendekatan Tabel Input-Output. Seminar Nasional Official Statistics 2019 Pengembangan Official Statitsics Dalam Mendukung Implementasi SDGs, 1, 171–176. ... The requirement is the same as proposed by the governor to BKPM. Number 33 or KBLI 11031 specifically mentions malt-based beverages industries Industri Minuman Mengandung Malt Solikin, 2021. The realizations and requirements are the same as the two former points. ...... Wine as described in number 32. Other alcohol-based beverages are stated generally in point number 31 Sanuri, 2021; 2021;Solikin, 2021. ...... So, the proposed law regarding investment in alcoholic beverages in Indonesia, related to this rule, is included in the haram category. Investment in alcoholic beverages is indeed expected to increase state income during a pandemic Solikin, 2021. However, there are several things from the point of view of Islam that must be considered, especially in terms of the common good. ...In the beginning of March 2021, President of Indonesia annulled alcoholic beverages investment policy which he put in decree about a week before. There were debates among experts and activists about how this investment should be done. Some believe that this decree may enhance local alcoholic beverages culture while others may reject it since the drinks are convinced to bring in bad effects to human beings. There are no universal moral statements, but particular ones, in this decree since people said in economic, cultural, and religious perspectives. Then, how may moral particularism be portrayed in alcoholic beverages investment policy in Indonesia? By examining concepts, theories, and written data, further analysis will be done to answer the question. Bureaucratic law, economic advantages, cultural indications, social impacts, and religious perspectives are the main tensions of this policy. Investment on alcoholic drinks as cultural indications may bring in economic advantages covered by bureaucratic law. However, any bureaucratic law will never omit possibilities of alcoholic abuse which will bring in negative impacts socially. Moreover, religious perspectives which are seen to be best guidance for people should be put above any law including prohibition of alcoholic drink. In conclusion, alcoholic beverages investment policy is the reflection of particularism rather than universal sights of moral conditions. Putu Dharma YusaSektor produksi pangan menduduki peran vital dalam pembangunan. Sektor ini menyumbang porsi besar dalam perekonomian karena besarnya pengaruh permintaan akhir. Namun, seberapa besar dampak permintaan akhir tersebut terhadap sektor produksi pangan dan keterkaitan sektor produksi pangan terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya, belum dikaji secara komprehensif menggunakan kerangka data ekonomi yang utuh. Penelitian ini menggunakan perangkat Tabel Input-Output untuk menjawab interaksi sektor produksi pangan dengan sektor ekonomi lainnya. Data yang digunakan adalah Tabel Input-Output Indonesia yang telah dilakukan updating ke dalam tahun 2014 dan 2018 menggunakan metode RAS serta agregasi kategori dari 185 produk ke dalam 39 kategori lapangan usaha dengan merinci sektor-sektor produksi pangan. Hasilnya, sektor industri makanan dan minuman S6 merupakan sektor kunci produksi pangan di Indonesia karena mempunyai keterkaitan yang paling kuat dengan sektor-sektor ekonomi lainnya serta mempunyai dampak permintaan akhir yang paling besar dibandingkan sektor-sektor produksi pangan lainnya. Sektor industri makanan dan minuman adalah satu-satunya sektor produksi pangan yang berada pada kuadran I dengan Indeks Daya Penyebaran IDP dan Indeks Derajat Kepekaan IDK di atas 1. Selain itu, sektor ini juga mempunyai angka pengganda output terbesar pada tahun 2018, yaitu 2,60. Artinya, kenaikan permintaan akhir sektor industri makanan dan minuman sebesar 1 rupiah akan mampu meningkatkan total output perekonomian sebesar 2,60 Penjelasan Pihak yang Setuju Miras Dilegalkan. Warta EkonomiI R A MasyhuriIrhamS HartonoCopyright © 2021, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved Warta Ekonomi. 2021. Begini Penjelasan Pihak yang Setuju Miras Dilegalkan. Warta Ekonomi. ad329936/begini-penjelasan-pihakyang-setuju-miras-dilegalkan Wijaya, I. R. A., Masyhuri, Irham, & Hartono, S. 2014. Analisis input output pengolahan tembakau di Provinsi Jawa Timur. Agro Ekonomi, 241, 1-9.
Tidak sedikit orang yang suka minum minuman keras atau alkohol untuk melepas penat. Namun, ternyata minuman beralkohol dapat memberikan beragam manfaat untuk kesehatan. Simak informasinya! Manfaat minum alkohol bagi kesehatan Konsumsi minuman beralkohol dapat mengurangi risiko penggumpalan darah, penyakit Alzheimer, hingga pembentukan batu ginjal. Tentunya manfaat alkohol bisa Anda peroleh jika minum alkohol dalam porsi wajar dan tidak sampai membuat candu. 1. Baik untuk jantung American Heart Association menyebut manfaat minum alkohol bagi kesehatan jantung termasuk meningkatkan high density-lipoprotein HDL atau kolesterol baik dan menurunkan low density-lipoprotein LDL atau kolesterol jahat. Manfaat lainnya adalah mengurangi risiko penggumpalan darah yang dapat menyebabkan penyumbatan arteri. Penyumbatan arteri itu sendiri merupakan faktor risiko dari serangan jantung dan stroke. Penelitian dari The American journal of clinical nutrition 2017 menemukan bahwa minum alkohol secukupnya berpotensi penurunan kadar kolesterol HDL, tergantung pada jenis minumannya. 2. Berpotesi turunkan risiko Alzheimer dan Parkinson Bir selama ini dikenal sebagai minuman tinggi kalori tapi rendah zat gizi. Namun, berbagai studi menemukan bahwa bir mengandung tiamin vitamin B1 dan riboflavin vitamin B2, juga mineral kalsium, magnesium, dan selenium yang lebih banyak daripada wine. Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh bahan dasar yang digunakan untuk membuat bir, yaitu jelai sejenis tumbuhan biji-bijian atau hops pucuk pohon cemara. Sebuah studi terbitan Journal of Agriculture and Food Chemistry 2015 melaporkan senyawa aktif dalam hops, berpotensi melindungi dari risiko penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson. Namun, penelitian dan uji klinis pada manusia masih diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut. Pasalnya, penelitian baru sebatas uji pada sel in vitro di laboratorium. 3. Kaya zat besi Minuman beralkohol jenis bir dark brew alias bir hitam diketahui memiliki keunggulan nutrisi dan manfaat untuk tubuh. Penelitian dalam Journal of the science of food and agriculture 2011 menyebut bahwa satu gelas standar 350 ml bir dark brew mengandung kandungan mineral zat besi 121 ppb parts per billion. Sementara bir biasa hanya memiliki 92 ppb dan fermentasi non-alkohol sebanyak 63 ppb. Fungsi zat besi adalah membawa oksigen lewat aliran darah dari paru-paru ke seluruh otot tubuh dan sistem organ lainnya. Ketika Anda kekurangan zat besi, oksigen akan mengalir lebih lambat dalam tubuh yang membuat Anda mudah lelah, lesu, letih, serta pucat. 4. Menjaga kesehatan ginjal Selain baik untuk jantung, minuman beralkohol yang dikonsumsi sewajarnya ternyata memiliki manfaat memelihara kesehatan ginjal. Ulasan dalam Clinical journal of the American Society of Nephrology 2013 menunjukkan kalau konsumsi bir berpotensi menurunkan risiko pembentukan batu ginjal hingga sekitar 41 persen. Sementara itu, anggur putih berpotensi menurunkan risiko pembentukan batu ginjal hingga 33 persen. Selain itu, konsumsi rutin dari dua jenis minuman keras ini diketahui berpotensi menurunkan risiko kemunculan batu empedu selama dikonsumsi sewajarnya. Itu disebabkan senyawa aktif dalam bir dan wine yang bekerja meningkatkan kolesterol baik sementara menurunkan kadar kolesterol buruk yang terkandung dalam empedu. Penting Anda ketahui Batas asupan alkohol untuk pria yaitu dua minuman atau kurang dalam sehari. Batas minum alkohol untuk wanita dibatasi satu minuman atau kurang dalam sehari. 5. Menjaga kesehatan mulut dan gigi Vodka merupakan jenis minuman keras yang memiliki kadar alkohol tinggi dan juga memiliki sifat antibakteri. Dua sifat inilah yang bisa menjadikan vodka sebagai obat kumur alternatif untuk membunuh bakteri penyebab bau mulut dan kerusakan gigi. Jika Anda ingin menambahkan faktor sehatnya, Anda bisa tambahkan beberapa batang cengkeh, lembaran daun mint, atau sebatang kayu manis dalam botol “obat kumur vodka”. 6. Mungkin meningkatkan fungsi otak Kebiasaan minum miras secara berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak otak. Namun, jika Anda bisa mengendalikan porsi dan frekuensi minum, efek minum alkohol mencegah penurunan fungsi kognitif otak. Penelitian dalam Neuropsychiatric disease and treatment 2011 menemukan peminum miras yang mampu membatasi porsinya menunjukkan penurunan risiko kerusakan kognitif otak sebanyak 23 persen. Itu termasuk penyakit Alzheimer dan demensia, jika dibandingkan kelompok non-peminum minuman keras. Studi lain terbitan Consciousness and Cognition 2017 menunjukkan konsumsi minuman keras dalam porsi sewajarnya dapat meningkatkan kreativitas dalam memecahkan masalah. 7. Mencegah flu dan masuk angin Konsumsi minuman keras secara berlebihan dalam jangka panjang bisa merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga berisiko lebih tinggi menimbulkan berbagai macam penyakit. Meski begitu, jika minum dalam batas wajar, minuman beralkohol membantu kerja sistem imun. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Vaccine 2013 minum alkohol berpotensi meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi. Konsumsi alkohol ini perlu dilakukan bersamaan dengan vaksinasi teratur sehingga manfaatnya terhadap sistem imun lebih optimal. Meskipun begitu, penelitian ini baru sebatas penelitian yang dilakukan pada hewan in vivo. Efek pasti pada manusia masih belum diketahui. 8. Memelihara kesehatan mata Segelas red wine memiliki kandungan zat besi, magnesium, kalium, serta lutein dan zeaxanthin yang lebih tinggi ketimbang white wine. Semua senyawa tersebut bisa mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula, yaitu hilangnya penglihatan sentral akibat kerusakan pada tengah retina. Ini sekaligus penyebab utama kebutaan pada orang berusia 50 tahun ke atas. 9. Berpotensi mencegah diabetes Manfaat kesehatan dari minum alkohol ini mungkin mengejutkan, tetapi minum dalam jumlah sedang dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2. Hal tersebut tercatat di dalam ulasan American Journal of Public Health 2016. Menurut penelitian, minum satu hingga dua minuman per hari memiliki risiko 40% lebih rendah terkena penyakit ini dibandingkan dengan orang yang tidak minum alkohol. Minum 15 gram alkohol per hari juga berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin, yang dapat membantu mencegah diabetes. Di sisi lain, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini juga menunjukkan peningkatan risiko diabetes dengan konsumsi alkohol berlebihan. Sebelum meminum botol minuman keras favorit Anda, ingatlah bahwa minum dengan tanggung jawab. Ini adalah kunci demi mendapatkan keseluruhan manfaat minum beralkohol. Minum bertanggung jawab artinya rata-rata satu gelas minuman keras dalam satu hari untuk wanita dan dua gelas sehari untuk pria. Di luar pedoman sehat ini, Anda justru akan membahayakan kesehatan Anda.
manfaat positif penggunaan alkohol dalam bidang industri adalah